BREAKING NEWS

BREAKING NEWS : RMB Sobang kembali adakan khitanan masal, yang mau ikut silahkan daftar ke panitia di mesjid Agung Baiturrahim Sobang....>>Musim hujan datang Sobang Siaga Banjir...>>perjudian marak didesa Sobang
Tampilkan postingan dengan label BANTEN SELATAN. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label BANTEN SELATAN. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 11 Maret 2017

Kejari Diminta Buktikan Penyelewengan Dana Desa

PANDEGLANG,
Kejaksaan Negeri (Kejari) Pandeglang diminta untuk membuktikan penyelewengan dana desa (DD) di Kabupaten Pandeglang tahun anggaran 2016. Sebab, dengan adanya dugaan penyelewengan tersebut, telah merugikan negara dan masyarakat. Pemerhati kebijakan pembangunan Kabupaten Pandeglang, Eman Suyaman menyambut baik langkah Kejari yang akan mengusut 10 desa. Akan tetapi, pihaknya berharap agar Kejari membuktikan langkah tersebut. "Sehingga, ada yang mempertanggungjawabkannya sampai ke meja pengadilan. Seperti kita ketahui, aroma bau amis penyelewengan dana desa sudah tercium oleh masyarakat secara luas. Untuk membuktikan kepercayaan sebagai penegak hukum kepada masyarakat, kejari harus dengan tuntas mengusutnya," kata Eman, Senin (6/3/2017).

Menurut Eman, Kabupaten Pandeglang mendapatkan anggaran DD 2016 dari pusat sebanyak Rp 205,5 miliar untuk 326 desa. Dengan anggaran yang nilainya cukup besar tersebut, menurut dia, celah penyelewengan sangat terbuka lebar. "Apalagi, lemahnya sisi pengawasan dan administrasi. Hal tersebut dapat kita lihat dari sisi pengajuan, hinggga program pembangunan infrastruktur yang seragam (jalan lingkungan paving blok) dan pelaporan hasil pembangunan yang copy paste. Semuanya tanpa perencanaan yang matang dan konsultan untuk menentukan nilai atau prioritas pembangunan," tuturnya.

Selain itu, kata Eman, modus penyelewengan dana desa dinilai mudah melalui empat modus operandi. Dengan pengurangan upah pekerja, pembuatan desain rencana anggaran biaya, penggelembungan harga bahan bangunan dan manipulasi ongkos angkut, serta belanja barang yang tidak sesuai spesifikasi. "Biasanya modusnya ada empat faktor, yaitu menawarkan HOK yang jauh lebih rendah dari DRAB kepada masyarakat, dengan pembuatan Desain RAB Siluman. Yang artinya desain RAB beda dengan yang dipakai untuk dasar APBDes. Aparat desa melakukan persediaan material terlebih dulu. Setelah persediaan terkumpul, lalu berupaya menyusun RKPDes dengan kegiatan pembangunan infrastruktur sesuai dengan persediaan tersebut," ucapnya

Jumat, 20 Januari 2017

Siswa SD di Labuan, Pagi Sekolah Siang Jadi Pemulung

Pandeglang – Hidup memang keras namun harus dipertahanan seperti yang dilakukan dua bocah sekolah dasar Rijal dan Wadil warga Kampung Kanyere, Desa Cigondang, Kecamatan Labuan. Untuk memenuhi kebutuhanya, dua bocah itu terpakasa harus menghapus waktu masa-masa bermainya, pasalnya pagi kedua bocah itu sekolah dan siang menjadi pemulung.
Kegiatan itu terpaksa dilakukan untuk memenuhi kebutuhan sehari-harinya, karena kedua orang tua bocah tersebut pekerjaanya hanya buruh serabutan. Uang yang didapat hasil penjualan barang bekas itu untuk membantu orang tuanya dan buat jajan sekolah. Bocah yang masih duduk di bangku kelas 4 sekolah dasar itu, mengaku sudah satu tahun lebih melakukan hal tersebut.

Wadil,  mengaku menjadi pemulung ia lakukan setelah pulang sekolah,  kalau pagi kami berangkat ke sekolah sampai jam 12 siang, kemudian jam 13,00 dia bersama Rijal,  berangkat menjadi pemulung dengan membawa karung kedua bocah itu keliling di sekitar Pasar Labuan untuk mencari barang bekas. Lalu di kumpulkan setelah terkumpul banyak baru dijual ke pengepul yang berada di wilayah Labuan.
"Saya lakukan ini untuk membantu ekonomi keluarga,  bapa kerja serabutan.  Harusnya memang bermain dengan anak-anak lainya tapi bagaimana lagi saya ingin membantu orang tua meski hasilnya tidak seberapa yang penting cukup buat jajan di sekolah," ungkapnya dengan nada polos.
Hal yang sama di ungkapkan oleh Rijal, menjadi pemulung karena alasan ekonomi, dia mengaku tidak mau menjadi beban kedua orang tuanya,  minimal uang jajan sekolahnya tidak harus minta.
"Cape sih tapi saya butuh, kalau ga begini dari mana uang jajan untuk sekolah. Dari pada pulang sekolah main ga karuhan mendingan begini, sambil main aja cari barang bekas lumayan pa dapat Rp 10, sampai 15 Ribu juga  bisa meringankan beban orang tua," ujarnya.

Belasan Kepala Desa Datangi Kantor PWI Pandeglang

Pandeglang - Sejumlah kepala desa dari delapan Kecamatan yang tergabung dalam Asosiasi Pemerintah Desa Seluruh Indonesia (APDESI), mendatangi Kantor Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pandeglang. Kedatangan para kepala desa tersebut selain untuk bersilaturahmi dengan para wartawan kepala Desa tersebut ngadu terkait maraknya pemerasan yang dilakukan oknum wartawan dari surat kabar yang sangat tidak jelas.
Lukman nulhakim kepala desa cikiruh wetan yang juga koordinator wilayah empat APDESi yang membawahi delapan kecamatan yakni kecamatan cibaliung, Kecamatan cibitung, Kecamatan cigeulis, Kecamatan cikeusik, Kecamatan cimanggu, Kecamatan sumur, Kecamatan panimbang dan kecamatan sobang menuturkan bahwa Tujuan kedatangannya adalah  selain untuk bersilaturahmi dengan para anggota PWI di kabupaten pandeglang juga mengadukan bahwa banyak yang mengaku oknum wartawan dan kerap memeras para kepala desa di wilayahnya dengan berbagai alasan dan menakut-nakuti mereka.
"Kedatangan kami adalah selain bersilaturahmi kita juga untuk mengadu karena banyak yang mengatasnamakan wartawan datang pada kami dan memeras kami" ujar mantan wartawan Banten Express tersebut.
Lukman menambahkan bahwa kedatangannya adalah untuk bagaimana caranya membedakan antara wartawan yang berkompeten dan wartawan ngorek, sehingga para kepala desa di wilayahnya dapat membedakannya.
Pembina Persatuan Wartawan Indonesia Pandeglang, Tb Turmahdi mengaku sangat senang dengan ke datang para kepala desa yang berasal dari delapan Kecamatan ia merasa sangat miris dengan adanya oknum wartawan karena sudah mencoreng nama baik wartawan. Pembina PWI menjelaskan bahwa Wartawan yang masuk dalam organisasi Persatuan Wartawan Indonesia saat ini adalah wartawan yang sudah mempunyai kompetensi dan sudah melalui standar kompetensi.

"Kami sangat senang bisa bersilaturahmi dengan para kepala desa di kantor kami, wartawan saat ini harus mengikuti standar kompetensi yang ditetapkan oleh Dewan Pers, dan wartawan yang kredibel harus mempunyai tiga kartu yang wajib di milik oleh wartawan," ujar wartawan senior tersebut.

Rabu, 21 Desember 2016

Hampir Setahun Cibaliung Byar Pet, PLN Di Demo

Labuan– Sedikitnya sekitar 30 massa yang tergabung dalam Keluarga Mahasiswa Cibaliung (Kumaung) berunjukrasa di PLN Rayon Labuan dan Gardu induk Caringin, Pandeglang, Selasa (20/12/2016). Aksi m
ereka terkait darurat listrik di Cibaliung yang hampir menginjak 11 bulan.

Kordinator aksi. A Haetami mengatakan, persoalan mengenai mati lampu di wilayah Cibaliung (zona 6) Kabupaten Pandeglang sudah terjadi dari semenjak 10 bulan yang lalu bahkan hampir 11 bulan dalam keadaan cuaca sedang baik ataupun buruk.
“Persoalan tersebut menimbulkan keresahan dan kekecewaan dari masyarakat terhadap PLN selaku penyelenggara dalam penyediaan aliran tenaga listrik. Keresahan itu timbul karena banyak kerugian yang diterima oleh masyarakat dari mulai aktivitas bekerja, urusan rumah tangga, kegiatan belajar – mengajar, penerangan dimalam hari dan mengakibatkan cepat rusaknya barang elektronik jika dalam tegangan listrik rendah, ” kata Haetami.

Haetami menjelaskan, kalau kita mengingat pembangkit listrik di Provinsi Banten, setidaknya terdapat 4 diantaranya PTLU Suralaya, PLTGU Cilegon, PLTU Lontar Tangerang dan PLTU Labuan yang posisinya berada di Kabupaten Pandeglang.
“Tapi nyatanya ke 4 pembangkit listrik tersebut tidak mampu memenuhi kebutuhan listrik masyarakat khususnya di wilayah Cibaliung (zona 6) Kabupaten Pandeglang,”tegasnya.
Bahkan, ungkapnya, berdasarkan temuan dilapangan, ternyata pasokan aliran listrik yang di suplay ke wilayah Cibaliung sangatlah minim.

“Terbukti dengan ditemukannya kuota yang minim seperti di Gardu listrik Cibaliung hanya sampai pada angka 200 Volt, di Gardu listrik Desa Waringin Kurung hanya sampai angka 180 Volt,” ungkapnya.
Harusnya , sambung dia, masing-masing Gardu kapasitasnya di angka 300 Volt. Ternyata hal itu diakibatkan oleh presentasi pembagian aliran listrik lebih besar ke industri-industri dari pada untuk masyarakat. Untuk industri sebanyak 60%, masyarakat 25% sedangkan sarana umum 15% meski untuk wilayah Cibaliung minim akan penerangan jalan, hal ini yang mengakibatkan seringnya terjadi mati lampu di wilayah Cibaliung.
“Kebijakan tersebut jelas bertentangan dengan UUD 1945 Pasal 33 ayat 2 bahwa penyediaan tenaga listrik dipergunakan sebanyak-banyak nya untuk kemakmuran rakyat dan bertentangan dengan UU No. 30 Tahun 2009 Pasal 2 ayat 1 mengenai tujuan dibangunnya pembangkit listrik adalah untuk kemakmuran atau kesejahteraan masyarakat,” tuturnya.

Oleh karena itu, ketika aliran listrik dimonopoli oleh industri-industri dan sarana atau fasilitas yang kurang baik, maka jelas pihak PLN telah melanggar perundang-undangan.
“Maka dari itu kami dari Kumaung menuntut,Selesaikan persoalan mati lampu di Wilayah Cibaliung (zona 6) Kabupaten Pandeglang Kurangi pasokan listrik untuk industri dan maksimalkan pasokan listrik untuk masyarakat, ” tukasnya.

Senin, 12 Desember 2016

Jalan Cibitung Masih Seperti Kubangan Badak

CIBITUNG,- Warga Kampung Cipinang Ciluluk Mantiung, Desa Cikiruh, Kecamatan Cibitung, menilai kinerja Irna Narulita dan Tanto Warsono Arban yang hampir satu tahun ini, belum membawa perubahan khususnya disektor Infrastrukur jalan hal itu terbukti masih adanya jalan yang mirip kubangan kerbau.
Masdi, Warga Desa Cikiruh, Kecamatan Cibitung menilai kinerja Irna Narulita yang sudah hampir satu tahun memimpin Pandeglang tidak sama sekali membawa perubahan yang berarti bagi perbaikan insfrastruktur jalan yang ada di Kecamatan Cibitung. Karena jika melihat pembangunan didaerah lain yang dekat dengan kantor bupati terus dibangun.
"Irna dan Tanto, sudah hampir satu tahun, soalnya jalan di Cibitung ini tidak juga diperbaiki seperti daerah lain," ujarnya
Warga lainnya, Dede menuturkan Kecamatan Cibitung juga merasa kecewa dengan masa kepemimpinan Irna Narulita dan Tanto Warsono Arban belum bisa mewujudkan Visi Misi yang dulu ditawarkan kepada masyarakat di desanya, Namun setelah terpilih maka janji-janji tersebut seakan lupa dimakan waktu.

"Mungkin sudah lupa kali ya sama visi dan misi pada masa kampanye, kami harap Bupati segera mengutamakan perbaikan jalan di Cibitung ini," ujarnya.

Pungli Bantuan Jamsosratu Mencuat

PAGELARAN,- Dugaan pungutan liar (pungli) terhadap bantuan Jaminan Sosial Rakyat Banten Bersatu (Jamsosratu) di Desa Montor, Kecamatan Pagelaran mencuat. Sebab, rumah tangga sasaran (RTS) di wilayah tersebut hanya menerima Rp550.000 atau dipotong Rp150.000 dari total bantuan senilai Rp 700.000 per RTS. Warga Desa Montor, Kecamatan Pagelaran yang enggan disebutkan namanya mengatakan, pungutan tersebut telah membebani pihaknya.“Bagi kami pak uang Rp150 ribu sangat berarti, karena itu bisa untuk sekolah anak dan makan. Sebab, penghasilan suami saya tidak menentu, karena bekerja serabutan,” katanya, yang ditemui di rumahnya, Jumat (9/12/2016).

Ibu tiga anak tersebut mengatakan, pemotongan tersebut dilakukan sejak tahun 2014. Alasannya, untuk tabungan. Namun, selama ini tabungan tersebut tidak pernah dibagikan. “Ketika kami tanyakan katanya untuk tabungan, yang disimpan di kantor pos. Kalau itu tabungan, harusnya kan dibagikan. Tapi sampai saat ini, tidak pernah ada kejelasan, bahkan sebelumnya dipotong sekitar Rp170,” ujarnya. Sementara itu, Kepala Desa Montor, Kecamatan Pagelaran, Achmad membantah adanya pungli dalam bantuan Jamsosratu. Namun, dia menjelaskan pemotongan bantuan hanya untuk pembelian materai dan ongkos pengambilan ke kantor pos.“Saya tidak ikut campur kalau soal itu. Namun yang jelas, pemotongan tersebut untuk tabungan dan pembelian materai sebanyak tiga lembar,”kata Achmad.

Sementara, itu Sekretaris Fraksi Demokrat DPRD Pandeglang, Iing Andri Supriadi, menyayangkan pungli terhadap bantuan Jamsosratu. Sebab, menurut dia, seharusnya potongan apapun karena bantuan tersebut untuk membantu orang miskin.“Jelas ini bentuk pelanggaran penyaluran bantuan. Padahal, saat ini pemerintah sedang gencar-gencarnya melakukan pembersihan aparat pemerintah dari tindakan pungli,” jelasnya. Untuk itu, kata Iing, pihaknya berjanji akan melakukan klarifikasi terkait dugaan pungli tersebut. Apalagi, pemotongan bantuan tersebut mencapi Rp150 ribu.“Nanti kkami tindak lanjuti, dan menyampaikan kepada pemerintah daerah. Sebab, kalau ini dibiarkan, masyarakat akan terus dirugikan,” ujarnya.

Jumat, 09 Desember 2016

2017, Desa Akan Terima Rp 1,4 Miliar

Setiap desa di Kabupaten Pandeglang akan menerima bantuan senilai Rp 1,1 miliar hingga Rp 1,4 miliar pada tahun 2017, menyusul Dana Desa (DD) tahun depan meningkat dari 2016 yang hanya Rp 205 miliar miliar menjadi Rp 262 miliar pada tahun depan. Begitu juga dengan Alokasi Dana Desa (ADD), juga akan naik dari 2016 yang hanya Rp 125 miliar menjadi Rp 233 miliar. Kepala Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa (BPMPD) Kabupaten Pandeglang, Ramadani membenarkan kenaikan DD tersebut sesuai dengan informasi yang diterima Pemkab Pandeglang dari pemerintah pusat. Dengan adanya kenaikan DD dan ADD tersebut, setiap desa minimal akan menerima bantuan sebesar Rp 1,1 miliar dan maksimal Rp 1,4 miliar. 

"Untuk DD dan ADD tahun depan akan naik, karena bagi hasil dana perimbangan dikurangi DAK (Dana Alokasi Khusus). Sementara, DAU (Dana Alokasi Umum) naik. Berarti, dana perimbangan untuk desa yang minimal 10 persen juga jadi naik," kata Ramadani, kepada Kabar  Banten, Senin (5/12/2016). Untuk mengawasi penggunaan DD dan ADD tersebut, kata dia, Pemkab Pandeglang telah menyiapkan regulasi yang lebih matang, mengingat dana bantuan bagi desa yang diterima akan lebih besar. Untuk mengawasi penggunaan DD/ADD itu, pihaknya sedang menyiapkan 6 Perbup (Peraturan Bupati). "Seperti Perbup SOTK (Susunan Organisasi Tata Kerja) Pemerintah Desa, tentang Perangkat Desa, tentang Pengangkatan Ketua RT RW, Pengelolaan Dana Desa, dan tentang Pengelolaan ADD. Termasuk dua Keputusan Bupati tentang Standar Satuan Harga Barang Jasa, dan Standar Satuan Harga Belanja," ujarnya.

Sementara itu, Plt Sekda Pandeglang, Ferry Hasanudin mengatakan, pihaknya menginstruksikan kepada BPMPD, camat dan inspektorat untuk melakukan pengawasan yang lebih ketat, agar penggunaan DD/ADD tersebut bisa tepat sasaran."Saya harap semua pihak untuk terus melakukan pengawasan terhadap penggunaan DD/ADD itu, agar bisa digunakan untuk pembangunan," ucapnya.

Pasien Keluhkan Tarif Ambulans



PANDEGLANG,- Pelayanan kesehatan di Kabupaten Pandeglang ternyata masih menjadi momok menakutkan bagi masyarakat. Meski peningkatan pelayanan kesehatan masuk program prioritas, namun sebagian masyarakat masih mengeluhkan akses kesehatan. Hal itu dialami warga Kampung Lewi Buled, Desa Lewi Balang, Kecamatan Cikeusik, Kabupaten Pandeglang, Jumhadi, yang harus mengeluarkan biaya hingga Rp 1 juta untuk menggunakan mobil ambulans dari Puskesmas Cadasari sampai ke rumahnya di Kecamatan Cikeusik.
Rekan Jumhadi, Ahmad Yani menjelaskan, sahabatnya itu mengalami kecelakaan di depan Puskesmas Cadasari menuju Kantor Badan Pembangunan Pemberdayaan Masyarakat Desa (BPPMD) Provinsi Banten. Rekannya itu, kata dia, sempat dirawat di puskesmas tersebut.  "Namun saat dibawa pulang, merasa keberatan dengan bayaran yang disampaikan oleh pihak puskesmas. Kami dipinta biaya ambulans mencapai Rp 1 juta, kemudian ditawar hanya turun Rp 800.000. Kami merasa kaget karena mahalnya gak ketulungan," ucap Yani saat ditemui di lokasi, Senin (5/12/2016).

Dia sangat menyayangkan biaya yang disebutkan pihak puskesmas karena sangat mahal dan tidak bisa dinego. Padahal, kata dia, kondisi pasien dalam keadaan darurat dan harus segera dibawa ke ahli tulang karena mengalami patah kaki. Dia juga mempertanyakan aturan yang dipakai untuk tarif ambulans. Saat dikonfirmasi, perawat Puskesmas Cadasari, Muhammad Billy mengatakan, pihaknya langsung mengambil tindakan sementara saat pasien masuk puskesmas. "Kalau soal mobil ambulans, saya tidak bisa memberikan keterangan. Itu bukan bagian saya, itu bagaian sopir ambulans saja," ujarnya.

Sementara Kepala Puskesmas Cadasari, Joko Suryanto membantah biaya ambulans di puskesmasnya mencapai Rp 1 juta. Namun, dia akan memeriksa terlebih dulu. "Karena biaya ambulans itu sudah ada Perda. "Kalau ada yang kaya gitu, komplen saja dan jangan mau," katanya.  Sesuai Perda, kata dia, hitungannya adalah jarak dikali bahan bakar. Setelah itu, ditambahkan Rp 25.000. "Entar saya cek dulu dan akan saya tanyakan langsung ke orangnya, kalau ada yang begitu lagi jangan mau pak, karena itu oknum saja," tutur Joko.

Senin, 05 Desember 2016

Banjir Landa 7 Kecamatan Di Pandeglang

PANDEGLANG,- Akibat curah hujan tinggi yang mengguyur Pandeglang dalam waktu dua hari dua malam, mengakibatkan beberapa kecamatan terkena bencana banjir, dengan ketingian air mencapai 30-50 centi meter akibat luapan air sungai yang ada d masing-masing Kecamatan yang terkena banjir yakni, Kecamatan Saketi, Bojong, Sukaresmi, Patia, Pagelaran, Panimbang dan Munjul.
Koordinator Taruna Siaga Bencana (Tagana) Pandeglang, Ade Mulyana membenarkan jika mayoritas banjir di tujuh kecamatan akibat luapan sungai.
“Kecamatan yang terkena banjir itu diantaranya, Kecamatan Saketi, Bojong, Sukaresmi, Patia, Pagelaran, Panimbang dan Munjul,” kata Ade, Selasa (6/12).
Agus Amin Mursalin, Camat Panimbang,  mengatakan banjir di akibatkan curah hujan yang tinggi. Dan akses jalan menuju Cibaliung terhambat akibat genangan air yang meluap ke area jalan.
"Akses jalan menuju Cibaliung hampir terputus,  bersukur masih bisa di paksakan lewat kendaraan menuju cibaliung," ungkapnya.

Dadi Supriadi, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pandeglang,  mengatakan banjir yang melanda beberapa kecamatan tersebut sudah dilakukan pemantauan oleh pertugas BPBD. Jika banjir tersebut sebentar lagi akan segera surut. 

“Kami sudah menerjunkan anggota untuk turun langsung ke lokasi, mudah-mudahan secepatnya bisa segera surut,”katanya

Ternyata Dana Desa, Jadi Ajang Bancakan Muspika & Pemkab Pandeglang


Adanya anggaran Dana Desa (DD) yang bersumber dari anggaran pemerintah pusat, ternyata dijadikan ajang bancakan (bagi-bagi kue-red) antara musawarah pimpinan kecamatan (Muspika) dan Pemerintah Kabupaten (pemkab) Padeglang. Hal tersebut dibuktikan adanya data potongan dana desa yang peruntukanya tidak jelas.
Data yang berhasil di himpun olehsitus faktapandeglang.com ada dokumen yang menunjukan bahwa dari Dana Desa yang diturunkan di Pandeglang ada potongan diluar dari pajak. Diantaranya, muspika, pembuatan proposal dan rekomendasi, Laporan Penggunan Dana (LPD), Laporan Pertanggung Jawaban (LPJ), Dinas Pengelolan Keuangan dan Aset, dan Badan Pemberdayan Masyarakat dan Pemerintahan Desa (BPMPD) Pandeglang. Dengan nilai yang berfareasi.
Ketua Gerakan Mahasiswa Marhaenis (GMM), Agus M Ridwan dugaan kuat adanya penyimpangan dalam penggunaan Dana Desa (DD) tahap satu di Kabupaten Pandeglang tahun 2016 adanya praktek pungutan liar (Pungli) yang dilakukan secara sistemmatis. Terbukti dari data yang ada, potongan tersebut di catat sangat rapih.

“Kami sangat kecewa dengan prilaku ini, karena sudah ada praktek korupsi berjamah. Kalau kondisinya seperti ini kami juga tidak akan segan-segan melaporkan hal ini  kepenegak hokum,” tegasnya

Mati Listrik di RSUD Pandeglang, Mantan Dewan Ngamuk di Facebook

Adanya peristiwa mati lampu di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Pandeglang membuat resah pasien dan keluarga yang berada di tempat itu. Bahkan sejumlah keluarga pasien mengaku kecewa, karena menilai RSUD tidak professional dan mengabaikan pelayanan, padahal kebutuhan listrik untuk rumah sakit sangat penting.

Seperti yang di lakukan mantan anggota dewan Kabupaten Pandeglang, Rahmat Hidayat pemilik akun Facebook Bagas Dovich Rahmy yang menuliskan kekecewaanya di branda facebooknya. Seperti inilah yang dituliskanya :              

RSUD ITU pasilitas vital ..manajemen .perencana .anggaran .semata mata pelayanan ...kok bisa listrik mati ..HEBAT BANGET 36MILIAR ....pake apa ajah ...instalasi ICU.incubator..semua alat oprasi butuh LiSTRIK BOS .....PENUNJANG MEDIS ..DIMANA GAWE KAMU.....!!!!!! Kelalaian manajemen keulang lagi aja ...!!!! Sekedar info KKEPADA MANAJEMEN RSUD ...1 TAHUN LALU PANEL MELEDAK GARA GARA ..PEMAKAIAN YG OVER CAPASITY..CADANGAN FANEL RSUD PLAT sejak di bangun tdk bertambah tapi gedung seriap taun di tambah ...kedua PA PPK DAN PPTK WAJIBBBBBB KERAS KEPADA CONTRAKTOR JANGAN MENGGUNAKAN LISTRIK RSUD ....DLAM PENGERJAN CONTRUKSI APAPUN ..KARENA MESIN LAS DAN MESIN CUTINGWHELL MENYERAP LISTRIK BERLEBIHAN DAN BISA MENIMBULKAN PLUKTUASI ARUS AMPER LISTRIK DI PANEL INDUK YG AKIBATNYA MELEDAK SPT TAHUN LALU .......!!!! SAYA INGATKAN PEKERJAN GROUND CONTRUKSI YG SDG BERJALAN TDK BOLEH MEMAKAI LISTRIK RSUD KITA BELAJAR SBB DALAM KONTRAK PELAKSANAN RSUD BUKAN PENYUPLAI LISTRIK BWAT KONTRUKSI CAMKAN ITU.......!!!!!!!!DARI PENGALAMAN ....TAHUN LALU ...diman kerja kalian sebagi pejabat pelayan pengawas dan penyerap anggaran APBD ...

Tidak hanya menulis di facebook ia juga menerangkan adanya kondisi ini membuktikan bahwa menejemen RSUD sangat buruk.

“Masa mati lampu di sekelas RSUD sampai 50 menit, inikan bahaya bagi yang sedang di oprasi, atau alat-alat kesehatan yang mengunakan aliran listrik,”

Akibat Pohon Tumbang, Jalan Raya Labuan Lumpuh


PANDEGLANG,- Jalan Raya Labuan Pandeglang lumpuh selama tujuh jam lebih akibat pohon tumbang yang terjadi di Kampung Cidangiang, Kelurahan Sukaratu, Kecamatan Majasari, Ahad (4/12/2016). Dengan kondisi pohon tumbang yang melintang di tengah jalan, lalu lintas dari dua arah macet total mulai pukul 04.30 sampai pukul 10.30. Berdasarkan pantauan, sekitar pukul 10.30 petugas dari taruna siaga bencana (Tagana), TNI, Polri, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pandeglang, dibantu masyarakat berhasil mengatasi kemacetan dengan cara memotong pohon tumbang yang melintang di tengah jalan itu. Koordinator Tagana Kabupaten Pandeglang, Ade Mulyana mengatakan, pihaknya bersama aparat terkait dan masyarakat memotong pohon tumbang dan mengangkat dari jalan raya."Kami mendapatkan informasi pagi dan langsung datang ke lokasi. Kami baru bisa memotong dan membersihkan jalan sekitar pukul 10.30," kata Ade.
Sementara itu, Kasi Rehabilitasi dan Rekonstruksi BPBD Kabupaten Pandeglang, Lilis Sulistiawati mengatakan, pihaknya juga mendapatkan informasi dari Balai Besar Meteorologi dan Geofisika wilayah II Ciputat bahwa wilayah Pandeglang mengalami hujan disertai petir dan angin kencang selama 3-5 Desember 2016. "Memang saat ini diprediksi hujan yang disertai angin kencang dan petir akan terjadi. Sebab, di beberapa wilayah di Banten termasuk Pandeglang diprediksi akan terjadi," ujarnya. Untuk itu, kata Lilis, masyarakat diimbau waspada dan berhati-hati terhadap dampak yang dapat ditimbulkan seperti banjir, tanah longsor, banjir bandang, genangan, pohon tumbang dan jalan licin."Selain itu, bagi pengguna dan operator jasa transportasi laut, nelayan dan masyarakat yang berlibur ke wilayah pesisir diimbau untuk mewaspadai potensi gelombang laut tinggi dengan ketinggian antara 1,25 - 2,50 meter di Selat Sunda bagian selatan dan ketinggian gelombang antara 2,5-3,0 meter, perairan Selatan Jawa," tuturnya

Jumat, 02 Desember 2016

Siswi SMP Tewas Digorok


Seorang siswa Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) 6 Maja, Siti Fatimah (15) ditemukan tewas mengenaskan di kamar dengan kondisi luka gorok di bagian lehernya, Kamis (1/12/2016). Warga Kampung Rajab, Desa Pasirkembang, Kecamatan Maja tersebut diduga dibunuh oleh tetangganya sendiri berinisial AJ (41) yang hendak memerkosa korban. Informasi yang dihimpun, sebelum tewas korban yang merupakan anak kelima dari pasangan Aryani (40) dan Junah (35) tersebut menginap di rumah neneknya yang jaraknya bersebelahan dengan rumahnya. Ketika sedang lelap tidur di salah satu kamar, pelaku kemudian masuk ke rumah tempat korban menginap melalui atap genting sekitar pukul 02.00. Di dalam kamar pelaku kemudian berupaya memerkosa korban, dan seketika itu korban langsung berteriak dan meronta.

Merasa terdesak, pelaku kemudian membunuh korban dengan cara menggorok lehernya dengan sebilah golok yang sebelumnya sudah dipersiapkan oleh pelaku. Jasad korban diketahui oleh Junah ibunya yang mendapati korban dalam kondisi belumuran darah di dalam kamar. Korban sempat dilarikan ke Puskesmas setempat, namun nyawa korban tidak bisa diselamatkan. ”Korban pertama kali ditemukan oleh ibunya di dalam kamar dengan kondisi berlumuran darah. Saat itu, korban sempat dilarikan ke Puskesmas, tetapi nyawanya tidak bisa diselamatkan,” kata salah seorang keluarga korban, Umayah.

Kepala Unit Reserse Kriminal (Kanit Reskrim) Polsek Maja, Tono Martono mengatakan, selang beberapa jam mendapatkan laporan pihaknya berhasil menangkap pelaku yang merupakan tetangga korban di rumahnnya. ”Terduga kami tangkap di rumahnnya dua jam setelah petugas mendapatkan laporan,” ujarnya. enurut dia, sebelum membunuh korban terduga awalnya berniat memerkosa korban. Tetapi, sebelum terduga berhasil memerkosa, korban terbangun dan melakukan perlawanan dan terduga pun membunuh korban menggunakan sebilah golok yang sudah dipersiapkannya. ”Kami sudah mengamankan barang bukti sebilah golok diduga alat untuk membunuh korban,” ucapnya. Sementara, pascakejadian sejumlah pejabat di lingkungan Dinas Pendidikan (Disdik) Lebak langsung melayat ke rumah duka menyampaikan bela sungkawa atas kejadian tersebut. Jenazah korban dimakamkan di Tempat Pemakaman Umum (TPU) setempat.

Senin, 28 November 2016

Fatwa Lengkap PB Mathlaul Anwar Tentang Melaksanakan Sholat Jumat di Jalanan

Pandeglang, (29/11/2016) – Pengurus Besar Mathlaul Anwar (MA) keluarkan fatwa melaksanakan. Sholat Jumat di jalanan.
Inilah Fatwa Lengkapnya :



KEPUTUSAN
SIDANG MAJELIS FATWA MATHLA’UL ANWAR
NOMOR 07 TAHUN 2016
Tentang
HUKUM PELAKSANAAN SHALAT JUMAT DI LUAR MESJID
Sidang Majelis Fatwa Mathla’ul Anwar setelah :
Menimbang
:
Munculnya keinginan masyarakat yang menyuarakan aspirasi melalui demonstrasi damai pada hari Jum’at dengan dengan melaksanakan Shalat Jum’at di sepanjang jalan raya.
Tidak cukupnya daya tampung masjid bagi jamaah yang akan melaksanakan shalat Jum’at, sehingga dilaksanakan di luar mesjid.
Terjadinya pro kontra di masyarakat atas hukum pelaksanaan Shalat Jumat di luar mesjid. Sebagian berpendapat bahwa shalat Jumat harus dilakukan di dalam masjid, sehingga melaksanakan shalat Jum’at di luar masjid dihukumi tidak sah. Sebagian berpendapat bahwa Shalat Jumat di luar masjid seperti di jalan, hukumnya adalah sah.
Mengingat
:
Al-Qur’an
QS. al-Jumu’ah: 9
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آَمَنُوا إِذَا نُودِيَ لِلصَّلَاةِ مِنْ يَوْمِ الْجُمُعَةِ فَاسْعَوْا إِلَى ذِكْرِ اللَّهِ وَذَرُوا الْبَيْعَ ذَلِكُمْ خَيْرٌ لَكُمْ إِنْ كُنْتُمْ تَعْلَمُونَ (9)
Hai orang-orang beriman, apabila diseru untuk menunaikan shalat Jum’at, Maka bersegeralah kamu kepada mengingat Allah dan tinggalkanlah jual beli, yang demikian itu lebih baik bagimu jika kamu mengetahui.
QS. at-Taubah :108
لَا تَقُمْ فِيهِ أَبَدًا لَمَسْجِدٌ أُسِّسَ عَلَى التَّقْوَى مِنْ أَوَّلِ يَوْمٍ أَحَقُّ أَنْ تَقُومَ فِيهِ فِيهِ رِجَالٌ يُحِبُّونَ أَنْ يَتَطَهَّرُوا وَاللَّهُ يُحِبُّ الْمُطَّهِّرِينَ (108)
Janganlah kamu bersembahyang dalam mesjid itu selama-lamanya. Sesungguh- nya mesjid yang didirikan atas dasar taqwa (mesjid Quba), sejak hari pertama adalah lebih patut kamu sholat di dalamnya. di dalamnya mesjid itu ada orang-orang yang ingin membersihkan diri. dan Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bersih.
QS. al-A’raf; 29
قُلْ أَمَرَ رَبِّي بِالْقِسْطِ وَأَقِيمُوا وُجُوهَكُمْ عِنْدَ كُلِّ مَسْجِدٍ وَادْعُوهُ مُخْلِصِينَ لَهُ الدِّينَ كَمَا بَدَأَكُمْ تَعُودُونَ (29)
Katakanlah: “Tuhanku menyuruh menjalankan keadilan”. dan (katakanlah): “Luruskanlah muka (diri)mu di Setiap sembahyang dan sembahlah Allah dengan mengikhlaskan ketaatanmu kepada-Nya. sebagaimana Dia telah menciptakan kamu pada permulaan (demikian pulalah kamu akan kembali kepadaNya)”.
QS. al-A’raf: 31
يَا بَنِي آَدَمَ خُذُوا زِينَتَكُمْ عِنْدَ كُلِّ مَسْجِدٍ وَكُلُوا وَاشْرَبُوا وَلَا تُسْرِفُوا إِنَّهُ لَا يُحِبُّ الْمُسْرِفِينَ (31)
Hai anak Adam, pakailah pakaianmu yang indah di Setiap (memasuki) mesjid[534], Makan dan minumlah, dan janganlah berlebih-lebihan[535]. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berlebih-lebihan.
QS. al-Baqarah : 114
وَمَنْ أَظْلَمُ مِمَّنْ مَنَعَ مَسَاجِدَ اللَّهِ أَنْ يُذْكَرَ فِيهَا اسْمُهُ وَسَعَى فِي خَرَابِهَا أُولَئِكَ مَا كَانَ لَهُمْ أَنْ يَدْخُلُوهَا إِلَّا خَائِفِينَ لَهُمْ فِي الدُّنْيَا خِزْيٌ وَلَهُمْ فِي الْآَخِرَةِ عَذَابٌ عَظِيمٌ (114)
Dan siapakah yang lebih aniaya daripada orang yang menghalanghalangi menyebut nama Allah dalam mesjid-mesjid-Nya, dan berusaha untuk merobohkannya? mereka itu tidak sepatutnya masuk ke dalamnya (mesjid Allah), kecuali dengan rasa takut (kepada Allah). mereka di dunia mendapat kehinaan dan di akhirat mendapat siksa yang berat.
QS. at-Taubah: 18
إِنَّمَا يَعْمُرُ مَسَاجِدَ اللَّهِ مَنْ آَمَنَ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الْآَخِرِ وَأَقَامَ الصَّلَاةَ وَآَتَى الزَّكَاةَ وَلَمْ يَخْشَ إِلَّا اللَّهَ فَعَسَى أُولَئِكَ أَنْ يَكُونُوا مِنَ الْمُهْتَدِينَ (18)
Hanya yang memakmurkan masjid-masjid Allah ialah orang-orang yang beriman kepada Allah dan hari Kemudian, serta tetap mendirikan shalat, emnunaikan zakat dan tidak takut (kepada siapapun) selain kepada Allah, Maka merekalah orang-orang yang diharapkan Termasuk golongan orang-orang yang mendapat petunjuk.
Hadits Nabi SAW :
Hadis Riwayat Imam Bukhari
حدثنا محمد بن سنان قال: حدثنا هشيم (ح). قال: وحدثني سعيد بن النضر قال: أخبرنا هشيم قال: أخبرنا سيار قال: حدثنا يزيد، هو ابن صهيب الفقير، قال: أخبرنا جابر بن عبد الله: وَقَالَ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «أُعْطِيتُ خَمْسًا لَمْ يُعْطَهُنَّ أَحَدٌ مِنَ الْأَنْبِيَاءِ قَبْلِي: نُصِرْتُ بِالرُّعْبِ مَسِيرَةَ شَهْرٍ، وَجُعِلَتْ لِيَ الْأَرْضُ مَسْجِدًا وَطَهُورًا، فَأَيُّمَا رَجُلٍ مِنْ أُمَّتِي أَدْرَكَتْهُ الصَّلَاةُ فَلْيُصَلِّ، وَأُحِلَّتْ لِيَ الْغَنَائِمُ، وَلَمْ تُحَلَّ لِأَحَدٍ قَبْلِي، وَأُعْطِيتُ الشَّفَاعَةَ، وَكَانَ النَّبِيُّ يُبْعَثُ إِلَى قَوْمِهِ خَاصَّةً وَبُعِثْتُ إِلَى النَّاسِ عَامَّةً»، أَخْرَجَاهُ فِي الصَّحِيحَيْنِ.
Hadits Riwayat Imam Tirmidzi dari Abu Said al-Khudri:
الأَرْضُ كُلُّهَا مَسْجِدٌ إِلاَّ الْمَقْبُرَةَ وَالْحَمَّامَ
“Semua tempat di muka adalah masjid kecuali kuburan dan tempat pemandian.” (HR. Tirmidzi, no. 317; Ibnu Majah, no. 745; Abu Daud, no. 492. Al-Hafizh Abu Thahir mengatakan bahwa sanad hadits ini shahih)
Hadits dari Ibnu ‘Umar radhiyallahu ‘anhuma, ia berkata,
أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- نَهَى أَنْ يُصَلَّى فِى سَبْعَةِ مَوَاطِنَ فِى الْمَزْبَلَةِ وَالْمَجْزَرَةِ وَالْمَقْبُرَةِ وَقَارِعَةِ الطَّرِيقِ وَفِى الْحَمَّامِ وَفِى مَعَاطِنِ الإِبِلِ وَفَوْقَ ظَهْرِ بَيْتِ اللَّهِ
“Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam melarang shalat di tujuh tempat: (1) tempat sampah, (2) tempat penyembelihan hewan, (3) pekuburan, (4) tengah jalan, (5) tempat pemandian, (6) tempat menderumnya unta, (7) di atas Ka’bah.” (HR. Tirmidzi, no. 346; Ibnu Majah, no. 746. Al-Hafizh Abu Thahir mengatakan bahwa hadits ini hasan. Syaikh ‘Abdullah Al-Fauzan menilai hadits ini dha’if dalam Minhah Al-‘Allam, 2: 352-353)
Dari Abi Hurairah RA, dia berkata :
حدثنا عبد الله بن إدريس عن شعبة عن عطاء بن أبي ميمونة عن أبي رافع عن أبي هريرة أنهم كتبوا إلى عمر يسألونه عن الجمعة فكتب جمعوا حيث كنتم
“Telah menceritakan kepada kami ‘Abdullah bin Idriis, dari Syu’bah, dari ‘Athaa’ bin Abi Maimuun, dari Abu Raafi’, dari Abu Hurairah : Bahwasannya para shahabat menulis surat kepada ‘Umar (bin Al-Khaththaab) bertanya kepadanya tentang shalat Jum’at. Lalu ‘Umar menulis balasan : “Shalat Jum’atlah dimana saja kalian berada” [Diriwayatkan oleh Ibnu Abi Syaibah, 2/101; sanadnya shahih].
Pendapat para ulama :
Tharh At-Tatsrib, 4/90
مذهبنا [ أي : مذهب الشافعية ] : أن إقامة الجمعة لا تختص بالمسجد ، بل تقام في خِطة الأبنية ؛ فلو فعلوها في غير مسجد لم يُصلّ الداخل إلى ذلك الموضع في حالة الخطبة ، إذ ليست له تحية
Madzhab kami (madzhab Syafiiyah), pelaksanaan shalat jumat tidak harus di masjid, namun bisa dilaksanakan di semua lokasi yang tertutup bangunan. Jika ada orang yang melakukan jumatan di selain masjid maka orang memasuki wilayah yang digunakan untuk shalat jumat itu ketika khutbah jumat telah dimulai, maka dia tidak disyariatkan shalat tahiyatul masjid, karena tempat itu bukan masjid yang disyariatkan untuk dilaksanakan tahiyatul masjid. (Tharh At-Tatsrib, 4/90).
Al-Inshaf, 4/23
ويجوز إقامتها في الأبنية المتفرقة , إذا شملها اسم واحد ، وفيما قارب البنيان من الصحراء ) وهو المذهب مطلقا . وعليه أكثر الأصحاب . وقطع به كثير منهم . وقيل : لا يجوز إقامتها إلا في الجامع
“Boleh mengadakan jumatan di satu tempat yang terkepung beberapa bangunan, jika wiliyah jumatan itu masih satu tempat, boleh juga dilakukan di tanah lapang dekat bangunan pemukiman.” Inilah pendapat madzhab hambali, dan pendapat yang dipilih mayoritas ulama hambali. Ada juga yang mengatakan, ‘Tidak boleh mengadakan shalat jumat kecuali di masjid jami’.’ (Al-Inshaf, 4/23)
Imam Nawawi menjelaskan,:
قال أصحابنا ولا يشترط إقامتها في مسجد ولكن تجوز في ساحة مكشوفة بشرط أن تكون داخلة في القرية أو البلدة (المجموع شرح المهذب)
“Berkata ashab kami, dan tidak disyaratkan melaksanakan shalat Jumat di masjid, akan tetapi boleh melaksanakannya di tempat yang terbuka, dengan syarat masuk dalam perkampungan atau negeri. (Al-Majmu’, 4: 256-257)
6. Al-Mughni
وَلَا يُشْتَرَطُ لِصِحَّةِ الْجُمُعَةِ إقَامَتُهَا فِي الْبُنْيَانِ ، وَيَجُوزُ إقَامَتُهَا فِيمَا قَارَبَهُ مِنْ الصَّحْرَاءِ .وَبِهَذَا قَالَ أَبُو حَنِيفَةَ وَقَالَ الشَّافِعِيُّ : لَا تَجُوزُ فِي غَيْرِ الْبُنْيَانِ
“Tidak disyaratkan untuk sahnya jumat untuk dilakukan di masjid. Boleh saja melakukan shalat Jumat di tanah lapang yang dekat dengan bangunan. Demikian juga yang menjadi pendapat dalam madzhab Abu Hanifah. Sedangkan Imam Syafi’i berpendapat bahwa tidak boleh mengerjakan shalat Jumat selain di dalam gedung.” (Al-Mughni, 3: 209)
Imam Taqiyuddin Al Husaini Alhismi Addimasyqi dalam Kifayatul Akhyar halaman 147 Juz 1, salah seorang tokoh mazhab Syafii menjelaskan tidak dipersyaratkan shalat jumat itu harus diselenggarakan di masjid.
Dalam Kitab Al-Mawsu’ah Al-Fiqhiyyah, 27: 114, Ulama madzhab Hanafiyah dan Syafi’iyah menganggap bahwa dimakruhkan (terlarang) shalat di jalan. Al-Khatib Asy-Syarbini, salah seorang ulama besar dalam madzhab Syafi’i menyatakan bahwa sebab dilarangnya shalat di jalan adalah karena dapat mengganggu kepentingan umum, menghalangi orang untuk lewat hingga kurangnya khusyu’.
Syaikh ‘Abdullah Al-Fauzan hafizahullah berkata, “Yang utama tidaklah shalat di jalan. Akan tetapi jika ada hajat untuk shalat di tengah jalan, maka tidaklah masalah. Seperti misalnya masjid sangatlah sempit asalkan menggunakan alas saat itu.” (Minhah Al-‘Allam, 2: 356)
Qawaid Fiqhiyyah
الأصل في الأشياء الإباحة حتي يدل الدليل علي التحريم
Asal dari segala sesuatu adalah boleh sampai ada dalil yang menunjukan pada keharamannya
الضرر يزال
Kemudharatan bisa dihilangkan
Memperhatikan
:
Pedoman Dasar dan Pedoman Rumah Tangga Majelis Fatwa Mathla’ul Anwar
Hasil sidang Majelis Fatwa Mathla’ul Anwar tanggal 27 November 2016 di Pandeglang Banten
MEMUTUSKAN
Menetapkan
:
HUKUM PELAKSANAAN SHALAT JUMAT DI LUAR MESJID (SEPERTI DI JALAN)
Pertama
Ketentuan Hukum :
Mesjid adalah bangunan untuk melaksanakan ibadah shalat dan ibadah lainnya.
Di luar mesjid adalah pelaksanaan shalat Jum’at yang dilaksanakan tidak di mesjid dan sekitarnya, seperti di jalan raya dan tempat terbuka lainnya.
Kedua
:
Hukum :
Melaksanakan shalat Jumat di masjid adalah yang utama.
Pelaksanaan shalat Jum’at di luar masjid seperti di jalan karena ada hajat (kebutuhan), hukumnya adalah sah.
Ketiga
:
Rekomendasi :
Kepada umat Islam untuk senantiasa menjaga dan melaksanakan shalat Jum’at dengan tetap menjaga ketertiban dan kepentingan umum.
Kepada Pemerintah terutama aparat penegak hukum agar bisa memberikan rasa aman dan nyaman terhadap umat Islam dalam menjalankan syariat dan ibadahnya.
Keempat
:
Ketentuan Penutup
Fatwa ini berlaku sejak tanggal ditetapkan dengan ketentuan jika di kemudian hari ternyata terdapat kekeliruan, akan diubah dan disempurnakan sebagaimana mestinya.
Agar semua lapisan masyarakat dan setiap pihak yang terkait mengetahui fatwa ini, mengharap kepada semua pihak untuk menyebarluaskanya.
Ditetapkan di : Pandeglang
Pada tanggal : 27 Shafar 1438 H/27 Nopember 2016 M
_MAJELIS FATWA MATHLA’UL ANWAR
_Ketua
K.H. Abdul Wahid Sahari, M.A
Sekretaris,
H. Endang Saeful Anwar, Lc., M.A.
Anggota :
KH. Ahmad Ruyadi
KH. Bai Ma’mun
Drs. H. Abdurahman Rasna, MM
Drs. Maksum AS, M.A.
H. M. Lili Nahriri, Lc., M.A.(LLJ)

Sabtu, 26 November 2016

Di Cibaliung, WH-Andika Ajak Masyarakat Bangun Desa

PANDEGLANG – Pasangan calon gubernur-calon wakil gubernur Banten, nomor urut satu Wahidin Halim-Andika Hazrumy (WH-Andika) mengajak masyarakat dan pemerintah daerah untuk menggeliatkan pembangunan di desa. Apalagi saat ini, pemerintah pusat sudah memberikan dana desa.

Menurut Andika, pembangunan di desa bukan hanya dari sisi anggaran, melainkan juga memberdayakan masyarakat dari sisi ekonomi. “Kita harus gerakan ekonomi kreatif dari desa,” kata Andika saat bersilaturahmi dengan warga di Kecamatan Cibaliung, Jumat (25/11).

Kata dia, setiap desa mempunyai potensi masing-masing. Termasuk di Kecamatan Cibaliung ada usaha mikro kecil menengah (UMKM) berupa pembuatan miniatur badak. Selain itu, ada home industri pembuatan gula aren. “Kita harus mampu mendorong setiap desa punya UMKM unggulan. Kita fasilitasi permodalan, manajeman usaha, dan pemasaran. Jika ekonomi desa bergerak, maka Banten akan maju,” ujarnya.

Saat ini, banyak generasi muda dari desa memilih mencari pekerjaan ke kota. Bahkan banyak anak muda yang tidak tertarik bekerja di bidang pertanian. “Kita siapkan UMKM khusus pemuda di desa. Pemuda diberi pelatihan yang kemudian bisa memberdayakan masyarakat yang lain. Tidak kalah penting, pemuda kita dorong menjadi pendamping untuk meningkatkan produksi pertanian,” ujarnya.

Andika menilai, bantuan desa dari pemerintah pusat dan daerah sudah berdampak bagi masyarakat. Terutama pada prioritas pembangunan infrastruktur. “Setelah pembangunan dilaksanakan, masyarakat harus mampu menjaga dan merawat agar bertahan lama. Misalnya, jalan tidak cepat rusak. Karena itu, kita harus giatkan gotong royong di desa. Kebersamaan dan kearifan lokal masyarakat Banten harus kita tampilkan,” ujarnya.

Menurut putra mantan gubernur Ratu Atut Chosiyah ini, pembangunan bidang keagamaan juga harus dilakukan di desa. "Baik jembatan, masjid, musala, dan majelis taklim harus tersedia untuk masyarakat. Pelayanan kesehatan harus didekatkan dan akses pendidikan harus dipermudah,” ujarnya.

Andika bersama WH berkomitmen untuk memperbanyak silaturahmi dengan masyarakat pada momen kampanye pemilihan gubernur Banten. “Dalam kunjungan yang kami lakukan, paling penting adalah menyerap aspirasi dari masyarakat untuk merumuskan pembangunan Banten. Jika saya bersama Pak WH diberi amanah memimpin Banten, aspirasi dari masyarakat merupakan pekerjaan rumah yang harus dilaksanakan,” ujarnya.

Dari berbagai momen kunjungan ke masyarakat, banyak aspirasi yang didapat WH dan Andika. "Pembangunan Banten tidak bisa dilakukan sendiri, melainkan butuh sinergitas antara pemerintah kabupaten, pemerintah provinsi, dan pemerintah pusat," ujarnya.

Di tempat terpisah, Wahidin Halim mengatakan, pembangunan di desa saat ini harus memprioritaskan infrastruktur jalan. “Jika jalan bagus, maka akses ekonomi masyarakat akan mudah. Jika itu terjadi, maka desa akan maju, dan Banten secara umum sejahtera,” ujarnya.

Sementara itu, Romdoni, tokoh masyarakat Kecamatan Cibaliung mengapresiasi rencana pasangan calon WH-Andika yang memprioritaskan pembangunan di desa. “Kami di perkampungan kerap kali tidak tersentuh bantuan pemerintah pusat. Alangkah baiknya jika pemerintah lebih fokus pada pembangunan di desa,” ujarnya.

Jumat, 25 November 2016

Terkait Aksi Demo 2 Desember, Warga Pandeglang Diimbau tak ke Jakarta

PANDEGLANG, (KB).-
Bupati Pandeglang, Hj. Irna Narulita menyampaikan seruan kepada warganya untuk tidak datang ke Jakarta terkait rencana aksi demo 2 Desember 2016. Irna berharap warga mempercayakan kasus penistaan agama tersebut pada proses hukum. "Saya terus jalin koordinasi, konsolidasi dengan Kapolda dan Kapolres untuk menjaga kondusivitas daerah, menjaga keutuhan NKRI dan memelihara nilai-nilai kebhinekaan. Membangun bangsa ini perlu kebersamaan, dan kita jangan sampai terpecah-pecah dengan lainnya," kata Irna kepada Kabar Banten, Kamis (24/11/2016).

Meski demikian, kata Irna, aksi penyampaian pendapat dan aspirasi itu bagian dari hak yang dijamin oleh undang-undang. Akan tetapi, menurut dia, alangkah baiknya penyampaian aspirasi itu disampaikan dengan penuh kedamaian. "Soal dugaan kasus (penistaan agama) itu sedang berjalan proses hukumnya, dan kita bisa saksikan prosesnya sangat transparan. Kasus itu sudah ditingkatkan ke penyidikan oleh Polri dan secepatnya akan diserahkan ke kejaksaan. Saya mengimbau warga Pandeglang untuk tidak datang ke Jakarta. Penyampaian aspirasi itu kan bisa disampaikan di setiap kabupaten/kota secara damai dan santun," katanya. Irna berharap proses demokrasi tetap berjalan baik dan persoalan kasus tersebut kita kawal sesuai aturan hukum berlaku. Sebaiknya, kata dia, serahkan penanganannya ke aparat penegak hukum, dan jadikan hukum sebagai panglima yang memiliki asas keadilan, kearifan dan bijak dalam keputusannya.

Kapolres Pandeglang, AKBP Ary Satriyan juga mengimbau warga untuk tidak datang ke Jakarta, terkait rencana aksi demo pada 2 Desember 2016. Kapolres berharap banyak, warga yang tidak berkepentingan tidak ada relevansinya dalam aksi itu, mempercayakan proses kasus dugaan penisataan agama dengan tersangka Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok kepada hukum. "Percayakan kasus dugaan itu ke Polri, karena kasus itu sudah ditingkatkan ke proses penyidikan. Tidak perlu ada gerakan-gerakan aksi melibatkan pengerahan massa dari Pandeglang. Sebab, hal itu hanya akan membuat riuh kondisi Jakarta," ujar Ary.
Ary menegaskan, sebelumnya Kapolda sudah mengeluarkan maklumat kepada warga untuk tidak datang ke Jakarta. Semua proses kasus dugaan penistaan agama itu sudah masuk tahap penyidikan. Bahkan, Polri akan secepatnya menyerahkan berkas kasus itu ke kejaksaan. "Jadi, saya imbau warga Pandeglang untuk tetap menahan diri dan jangan ikut demo ke Jakarta. Percayakan sepenuhnya kasus itu ke aparat penegak hukum. Apalagi semua tuntutan dan permintaan terhadap kasus dugaan penistaan agama sudah dipenuhi dengan penetapan tersangka," ucapnya.

Untuk mengantisipasi warga datang ke Jakarta, Polres bersama Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pandeglang sepakat memberikan pesan/imbauan kepada warga untuk tetap menjaga kedamaian dan kebersamaan, mengedepankan rasa kecintaan terhadap Bhineka Tunggal Ika. Untuk memantapkan situasi kondusif, Polres Pandeglang tetap melakukan pengamanan secara persuasif dengan melakukan pendekatan kepada para aktivis, tokoh pemuda, masyarakat dan alim ulama. Dia berharap tidak ada warganya yang datang ke Jakarta terkait rencana aksi 2 Desember 2016. Sementara itu, Ketua Forum Kajian Sosial Budaya (Foksad) Banten, Hapid Asad Muqri sepakat dengan imbauan agar warga menahan diri untuk tidak datang ke Jakarta. Sekalipun ada aksi demo, sebaiknya aspirasi itu bisa disampaikan secara santun dan damai. "Kita harus kedepankan Kebhinekaan Tunggal Ika. Jaga keutuhan NKRI di bumi pertiwi ini," tuturnya.

Petani Gelar Unjuk Rasa

PANDEGLANG, (KB).-
Sekitar belasan petani yang tergabung dalam Jaringan Kerja Tani (Jaka Tani) Pandeglang menggelar unjuk rasa di Persimpangan Tugu Jam Pandeglang, Kamis (24/11/2016). Mereka mengutuk kekerasan terhadap petani di Desa Sukamulya, Kabupaten Majalengka, pada 17 November 2016.  Koordinator aksi (Korlap) Jaka Tani Faizi mengatakan, dengan adanya penggusuran lahan untuk pembangunan proyek Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB), kepada para petani dan masyarakat di 10 desa tersebut membuktikan keangkuhan pemerintah yang memaksakan kehendak tanpa memikirkan masyarakat. "Kita turut prihatin dengan adanya kriminalisasi terhadap para petani di Majalengka dan Desa Mekarjaya, Kecamatan Wampu, Kabupaten Langkat Sumatra Utara, sehingga kita juga tidak berharap tindakan tersebut juga terjadi kepada para petani di Pandeglang," kata Faizi, dalam orasinya.

Baca Juga : Calo Tanah Bandara Berkeliaran

Dengan adanya penggusuran dengan kekerasan tersebut, menurut dia, merupakan pelanggaran hukum sesuai dengan Udang-Undang Nomor 2 Tahun 2012 tentang Pengadaan tanah untuk pembangunan umum."Seharusnya pemerintah memprioritaskan tanah sebagai alat produksi rakyat tani dengan melaksanakan reforma agraria sejati sesuai dengan cita-cita kemerdekaan dan amanat UU PA tahun 1960," ujarnya. Hal hampir senada dikatakan oleh Alan Maulana. Ia mengatakan, liberialisasi tanah oleh negara sebagai objek dari kepentingan modal asing mengakibatkan terhisapnya kaum pribumi terutama rakyat tani. Sehingga, mereka kesulitan untuk mendapatkan lahan garapan untuk kepentingan masyarakat
.
"Padahal, saat ini pemerintah sedang gencar-gencarnya menggalakkan swasembada pangan, tetapi kenapa lahannya malah dijual kepada pemodal asing. Kita ketahui di Pandeglang juga akan dibangun jalan tol dan bandara, dan itu juga akan menghilangkan sebagai lahan pertanian. Itu harus dilakukan pengkajian ulang agar masyarakat terutama petani tidak kehilangan lahan garapannya. Dan kita juga berharap jangan ada kekerasan dalam pembebasan lahan tersebut nantinya," tuturnya.

Kamis, 24 November 2016

Senin Susi Pujiastuti Kunjungi Panimbang

pandeglang – Menteri Kelautan Susi Pujiastuti akan mengunjungi Kecamatan Panimbang, pada Senin (28/11) kedatanganya untuk melakukan kegiatan, bersih-bersih Pantai, Dialog dengan nelayan di TPI Panimbang, memberikan bantuan alat tangkat ikat, dan berencana ke pulau liwungan.
Susi akan menggunakan helikopter dari Jakrata, landing di PLTU 2 Labuan, sekitar pukul 09 : 00 WIB baru setelah itu menggunakan kendaran roda empat ke Kecamatan Panimbang.

“Informasi yang saya terima bu Susi Senin ke Panimbang, dan hari Sabtunya (26/11) bupati akan meninjau persiapan kunjungan mentri ke TPI Panimbang,” kata Agus selaku Camat Pabnimbang.

Rabu, 23 November 2016

Pandeglang Dibidik Cina

PANDEGLANG, .-
Seorang investor dari Cina, San Jong To menyatakan ketertarikannya untuk berinvestasi di Kabupaten Pandeglang. Pemegang saham terbesar pada group perusahaan 001 (Zero Zero One) yakni salah satu group perusahaan besar dan berpengaruh di Cina itu, tertarik karena Pandeglang memiliki potensi sumber daya yang cukup melimpah. "Saya merupakan pemegang saham terbesar pada group perusahaan 001 (Zero Zero One), salah satu group perusahaan besar dan berpengaruh di Cina. Saya tertarik menanamkan modal di Pandeglang," kata San Jong pada pertemuan dengan Bupati Pandeglang Irna Narulita di Pandeglang, Jumat (11/11/2016).

Namun untuk merealisasikan minatnya, dia meminta kejelasan menyangkut tiga hal tersebut kepada Pemerintah Kabupaten Pandeglang sebagai kepastian bahwa daerah tersebut benar-benar pas untuk menanamkan modal. Hal lainnya, kata dia, mengharapkan penjelaskan sumber daya alam apa saja yang menjadi prioritas untuk berinvestasi dan ketiga yakni masalah keamanan daerah dan stabilitas politik.
"Ini kesempatan emas kami untuk berinvestasi. Karena Pandeglang merupakan tempat yang indah," ujar San Jong yang mengharapkan adanya legalitas tanah yang jelas kepemilikannya agar tidak ada permasalahan ketika investasi sudah direalisasikan.

San Jong juga berharap kedatangannya ke Pandeglang ini membawa kabar gembira untuk dibawa ke Cina. Apa yang diperoleh dari kunjungan dan pertemuan dengan Bupati Pandeglang, akan disampaikan langsung kepada Presiden Cina. "Kebetulah saya menjabat sebagai Ketua Kadin Cina, dan nanti setelah kembali, saya akan menyampaikan laporan kepada Presiden Cina," ujarnya. Dia juga berjanji akan mengundang Bupati Pandeglang untuk datang ke Cina pada Desember 2016 untuk memberikan penjelasan langsung terkait rencana investasi itu dan potensi sumber daya alam yang bisa digarap oleh investor.
"Setelah kedatangan Bupati Pandeglang, nanti akan saya bawa para pemodal Cina untuk berinvestasi di Pandeglang," ucapnya.

Selain itu, perusahaan asal Cina lainnya yakni PT Yin Yi juga siap menanamkan modalnya di Kabupaten Pandeglang ."Kami ingin melihat seberapa besar project yang bisa dikembangkan di Pandeglang," kata General Manajer PT Yin Yi, James. "Pandeglang tempat yang indah. Kita akan hilang kesempatan jika tidak bisa investasi di Pandeglang," ujarnya.
Bupati Pandeglang Irna Narulita menyatakan, dua investor asal Cina menyatakan ketertarikan menanamkan modalnya di daerah itu.

"Hari ini (kemarin) saya menerima dua investor asal Cina, yakni San Jong To merupakan pemilik saham mayoritas group perusahaan 001 (Zero Zero One), salah satu group usaha terbesar di Cina dan James merupakan GM PT Yin Yi," ucapnya. Kedua pengusaha asal Cina itu, kata dia, meminta project atau potensi apa saja yang bisa dikembangkan di Kabupaten Pandeglang.
"Nanti akan kami sampaikan potensi yang tepat untuk berinvestasi kepada kedua investor asal Cina itu. Pandeglang memiliki pantai terpanjang di Provinsi Banten, jadi tidak menutup kemungkinan untuk membuat usaha di bidang maritim," tuturnya. Terkait legalitas diminta kedua investor itu, ia siap mengawal untuk kepemilikan yang jelas karena hal itu harus menjadi perhatian utama dalam berinvestasi. "Kami akan kawal terkait legalitas tanah, jadi bagi investor yang akan menanamkan modalnya tidak perlu khawatir," katanya.

Sabtu, 08 Oktober 2016

Mobil Taman Bacaan Diserbu Anak SD

PANDEGLANG – Siswa Sekolah Dasar Negeri (SDN) 1 Saketi antusias dengan adanya taman bacaan mobile yang ditempatkan di halaman kantor Kecamatan Saketi, Pandeglang, Rabu (8/810). Mobil ini sendiri disediakan Unit Pelaksana Teknis Dinas (UPTD) Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) Pandeglang untuk meningkatkan minat baca masyarakat.

Kepala UPTD SKB Pandeglang, Lutfi mengaku senang dengan banyaknya siswa yang belajar membaca di mobil yang disediakannya. Apalagi menurut Lutfi bahwa belajar membaca juga untuk memberikan motivasi kepada masyarakat.

“Dengan banyaknya siswa yang gemar membaca akan bisa memberikan wawasan untuk dapat berpikir cerdas. Kalau untuk buku yang dibacanya itu, isinya tentang pelajaran-pelajaran yang diberikan di sekolah masing-masing,” kata Lutfi, kepada Banten Raya, kemarin.

Lutfi menjelaskan, mobil membuat buku bacaan untuk masyarakat beroperasi setiap minggu dan sering berkeliling ke seluruh kecamatan yang ada di Pandeglang. Karena hal itu untuk menarik masyarakat dalam belajar membaca. “Kegiatan itu diharapkan bisa memberikan motivasi dalam belajar untuk tingkat baca dari semua kalangan,” jelasnya.

Ia juga mengajak kepada masyarakat untuk terus gemar membaca karena dengan banyaknya masyarakat yang ingin membaca akan menumbuhkan pengetahuan yang lebih luas lagi. “Membaca juga untuk mengembangkan potensi apa yang dimiliki masyarakat serta meningkatkan kemampuan dalam pengetahuan,” ujarnya.

Sementara itu, Sekmat Saketi Agus Lukmanto mengatakan, pihaknya sangat setuju dengan adanya mobil bacaan tersebut karena hal itu dapat membantu siswa atau pun masyarakat untuk senantiasa membudayakan rajin membaca. “Belajar membaca juga menjadi faktor pembentukan karakter seseorang dan sebagai motivasi untuk kita semua,” katanya