BREAKING NEWS

BREAKING NEWS : RMB Sobang kembali adakan khitanan masal, yang mau ikut silahkan daftar ke panitia di mesjid Agung Baiturrahim Sobang....>>Musim hujan datang Sobang Siaga Banjir...>>perjudian marak didesa Sobang
Tampilkan postingan dengan label WISATA. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label WISATA. Tampilkan semua postingan

Senin, 28 November 2016

Kampung Domba Favorit Baru Wisata Desa

Pandeglang - Kampung Domba saat ini jadi tempat alternatif para muda-mudi pandeglang untuk Nongkrong bersama sahabat serta orang terkasih. Terlihat dari banyaknya pengunjung yang datang ke kampung Domba didominasi oleh para muda-mudi yang berasal dari Pandeglang.
Misalnya Fajar (30) Warga Desa Saruni Kecamatan Majasari sengaja datang ke kampung domba bersama sahabatnya untuk menikmati keindahan alam serta sejuknya udara pegunungan, selain itu menu yang paling ia sukai adalah susu domba kaya akan manfaatnya dan pisang goreng panas untuk cemilannya
"Tempatnya enak dan nyaman jadi betah, selain susunya yang saya bikin kangen,”ujarnya.
Senada dengan Sandi, Dadin warga Desa Ciekek yang saat ini sedang liburan dari tempatnya bekerja memilih Kampung Domba jadi tempat yang ia tuju bersama keluarganya untuk menghabiskan waktu dan menikmati sejuknya udara di kampung domba, Karena menurutnya wisata kampung domba dipilih karena tempatnya nyaman, sejuk dan murah meriah sehingga keluarga jadi senang.

"Enak tempatnya ditambah tiket masuknya murah, dan keluarga menjadi senang dengan liburan ke tempat ini," ujarnya.

Rabu, 23 November 2016

Ratusan Bebegig Ramaikan Festival Tanjung Lesung 2016


Pandeglang, – Ratusan Bebegig Sawah berjejer di sepanjang pintu masuk kawasan wisata Tanjung Lesung. Hal ini guna menarik perhatian para wisatawan dalam menyaksikan langsung Festival Pesona Bahari Tanjung Lesung 2016 yang digelar di Pantai Tanjung Lesung, Kabupaten Pandeglang pada tanggal 18-20 November 2016.
Pameran Bebegig ini sebagai apresiasi masyarakat untuk berlomba pada event pariwisata tersebut. Dari ratusan yang diikut sertakan lomba, akan masuk di rekor MURI.
“Untuk lomba Bebegig Sawah, 600 peserta akan tercatat dalam rekor MURI,” kata Nasrullah, penanggung jawab lomba Bebegig Sawan dalam Festival Tanjung Lesung 2016, Sabtu (19/11/2016).
Perlombaan Bebegig Sawah ini diikuti oleh masyarakat umum, pelajar dan Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) di lingkungan Pemprov Banten. Secara keseluruhan, kegiatan di Festival Tanjung Lesung ini menjadi event nasional, guna menarik para wisatawan lokal, Nasional dan mancanegara.

Sementara itu, Administrator Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Joice Irawati mengatakan, Festival Tanjung Lesung tidak semata sebagai kegiatan yang membesarkan KEK Tanjung Lesung, namun bertujuan untuk menarik wisatawan dan menarik investor untuk mengembangkan destinasi wisata di sekitar kawasan maupun di luar kawasan.
“Niatnya bukan membesarkan KEK tapi bagaimana mengenalkan dan membesarkan destinasi wisata di luar kawasan,” kata Joice.
Beberapa acara yang akan meramaikan Festival Pesona Bahari Tanjung Lesung antara lain Photography Contest, Modern Jukung dan Joy Sailing, Launching Batik Cikadu dan Wonderful Banten, Seminar SDM Pariwisata, Kemah Wisata Pramuka dan Festival Bebegig, juga Festival Kuliner dan Handicraft. Akan ada pula lomba perahu jukung, jukung hias, dan lomba tarik tambang antar jukung.
Selain itu, di Festival Tanjung Lesung direncanakan juga turut diramaikan oleh perahu-perahu layar yang tergabung di Sail Regatta. Kegiatan festival dipastikan akan merembet ke daerah Citereup, Cipanon, Cikadu (Tanjung Lesung).

Festival Tanjung Lesung akan juga diisi oleh launching batik khas Banten yakni Batik Cipadu. Menurut Ki Sunda, semua kegiatan adalah kerja sama dari Pemerintah Banten, Kabupaten Pandeglang, PT Banten West Java, dan didukung oleh Kementerian Pariwisata.
Festival Tanjung Lesung tahun lalu diselenggarakan pada tanggal 17-18 November. Tahun lalu, penyelenggara menampilkan perlombaan baru di dunia yakni “Bagan Race” atau balap perahu menyusuri pantai di kawasan Tanjung Lesung, Kabupaten Pandeglang.
Dalam Festival Tanjung Lesung 2015, selain “Bagan Race” ada beberapa kegiatan lain disajikan untuk menarik wisatawan antara lain Parade Nelayan dan Festival Budaya, Parade Sepeda Hias, Pameran Produk UMKM, serta pertunjukan film hasil kreasi para sineas muda Banten dari Kremov Pictures, yakni film “Jawara Kidul” dan “Perempuan Lesung”.

Festival Tanjung Lesung merupakan salah satu dari tiga agenda wisata di Provinsi Banten yang digelar di akhir tahun 2016, yang mengangkat tema ‘Seven Wonderful Banten’. Dua agenda wisata lainnya adalah Banten Beach Festival dan Gebyar Wisata Banten.

Senin, 25 April 2016

Wisata Pulau Liwungan di Citeureup Pandeglang


PANDEGLANG, RADAR SOBANG – Pulau Liwungan atau warga setempat menyebutnya haliwungan, Pulau seluas ± 50 hektare yang berlokasi dekat Tanjung Lesung ini tak hanya menawarkan panorama alamnya yang indah, namun juga keaslian dan ‘keperawanan’ pulaunya masih sangat terjaga. Dengan kondisi pantai karang dan berbatu. Di pulau yang berarti kaliwungan atau dikelilingi gunung itu, turis umumnya senang memancing dan menyelam.

Tak hanya itu, Pulau Liwungan juga memiliki hutan mangrove, memiliki biota air padang lamun, dan beragam spesies terumbu karang. Akses menuju pulau ini sekitar setengah sampai satu jam penyeberangan dari pelabuhan kecil di Citeureup Panimbang. Pulau liwungan tidak memiliki dermaga, sehingga untuk berlabuhnya kapal hanya menarik tali ke daratan sehingga menjadi keunikan tersendiri.

Saat sampai di Pulau yang pernah menjadi lokasi syuting film ‘Pulau Hantu’ ini udara khas pantai terasa membelai Anda dengan halus. Halusnya pasir yang berpadu dengan karang kecil juga menggelitik telapak kaki Anda. Pengunjung Pulau Liwungan juga tidak ramai, sehingga cocok menjadi alternatif berpiknik bersama keluarga, teman, atau sahabat. Sejenak melupakan hiruk pikuk kehidupan kota.

Siswa di Tanjung Lesung Dilatih Tari



PANIMBANG,-Siswa SMK Darma Cahaya Purnama yang berlokasi di Kampung Wisata Cikadu, Desa Tanjungjaya, Kecamatan Panimbang, dilatih seni tari Dewi Tanjung Lesung. Seni tari tersebut digagas oleh PT Banten West Java (BWJ) pengelola dari KEK sebagai pemberdayaan kepada putra daerah, agar mampu mengembangkan kebudayaan lokal.

Pelatih tari, Bondan Nusantara, mengatakan, setiap hari kecuali hari libur ia dan siswa SMK Darma Cahaya Purnama berlatih tari yang instrukturnya seniman asal Yogyakarta. Tempat yang digunakan untuk latihan yaitu di ruang kelas di sekolah tersebut.

“Konsep tarian yang dibuat adalah sebuah drama dengan tarian, dalam tarian ini berisi sebuah filosofi tentang Tanjung Lesung. Sebagaimana kami buat sosok dalam tarian drama ini seorang Dewi Tanjung Lesung yang memiliki tanggung jawab sebagai ibu. Ibu yang memiliki banyak anak.

Seorang ibu di sini yaitu Tanjung Lesung itu sendiri yang harus mampu menghidupkan petani, nelayan, masyarakat umum, dan semua yang ada di kawasan Tanjung Lesung,” kata Bondan kepada Banten Raya ditemui di Kecamatan Panimbang.

Konsep untuk menumbuhkan nilai kecintaan terhadap daerah tersebut, ditranspormasikan melalui seni seorang penari lokal untuk mengkolaborasikan konsep yang dibawanya dengan kearifan lokal yang sudah ada sebelumnya. “Di awal latihan, saya melihat ada kecenderungan minder dan tidak pede dari siswa-siswi yang dilatih. Namun lama kelaman semuanya berjalan lancar,” katanya.

Sementara itu, Direktur PT BWJ sebagai perusahaan pengelola Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Pariwisata Tanjung Lesung, Kunto Wijoyo mengatakan, siswa SMK DCP yang latihan saat itu akan menjadi penari kebudayaan di KEK Tanjung Lesung. Dia akan menyediakan tempat pentas di hotel yang ada di KEK Tanjung Lesung. “Secara reguler kami akan meminta mereka pentas di hotel, sebagai bentuk pengenalan kepada pengunjung Tanjung Lesung,” ujarnya.

Menurutnya, peran serta untuk membangun pariwisata bukan hanya tugas sepihak. Namun harus hadir dari semua elemen termasuk masyarakat, pemerintah, dan PT BWJ sebagai perusahaan pengembang pariwisata. “Kami tidak bisa main sendiri atau pemerintah main sendiri untuk membangun pariwisata. Kita harus sama-sama mengembangkannya,” katanya.

Sabtu, 16 April 2016

Pantai Bagedur di Selatan Banten



Pantai Bagedur Banten
Pantai Bagedur Banten. Provinsi Banten memang menyimpan begitu banyak potensi wisata di dalamnya. Terutama untuk wisata alam, dikhususkan lagi wisata pantai nya. Siapa yang tidak kenal dengan pantai Anyer atau pantai Carita? Pantai yang banyak dikunjungi oleh wisatawan dari berbagai kota baik yang dekat maupun jauh dari Banten.

Siapa juga yang tidak tahu bahwa di Banten terdapat pulau Umang yang mempunyai fasilitas wisata pantai berkelas internasional. Atau Kawasan Taman Nasional Ujung Kulon yang merupakan tempat perlindungan badak jawa sekaligus tempat wisata pantai yang sangat indah di Banten. Jangan lupakan pula pantai Sawarna yang terletak di kabupaten Lebak.

Pantai yang ramai dibicarakan karena keindahannya dapat disejajarkan dengan pantai-pantai indah lain di luar Banten tersembunyi di pelosok provinsi Banten yang cukup terpencil. Ternyata Banten memang banyak memiliki pantai yang masih belum terlalu terjamah tangan manusia atau dapat dikatakan masih alami.
Kabupaten lebak ternyata masih mempunyai pantai yang masih alami, selain pantai yang ada di desa Sawarna tentunya. Pantai Bagedur yang terletak di desa Sukamanah kecamatan Malingping kabupaten Lebak provinsi Banten ternyata mempunyai pantai yang masih alami dan tidak kalah indah dengan Sawarna.

Sama seperti pantai di desa Sawarna, pantai Bagedur ini terletak di bagian selatan Banten. Yang berarti mempunyai ombak dan arus khas pantai selatan yang besar dan kuat. Pantai di bagian selatan Banten memang terkenal dengan keindahannya karena tidak banyak terjamah manusia dan aksesnya pun tidak semudah pantai di bagian barat Banten.
Pantai Bagedur Banten
Daya tarik Pantai Bagedur ini adalah pantai yang landai dengan hamparan pasir putih tanpa panjang dengan panjang sekitar 15 Km membentang luas. Dapatkah anda bayangkan? Ya, pantai tersebut tentunya sangat indah dan luas sehingga anda dapat leluasa melakukan aktivitas kegiatan pantai di pantai Bagedur tersebut.

Pasir yang putih dan air laut yang biru serta pemandangan alam sekitar yang masih alami tentunya akan memanjakan indera pengelihatan anda. Karena pantainya yang landai dan tanpa karang, anda dapat berenang dan bermain pasir disini. Namun anda harus berhati-hati karena pantai ini mempunyai ombak khas pantai selatan yang besar.
Berbeda dengan pantai kebanyakan, di pantai ini anda tidak akan menjumpai penyewaan speedboat atau banana boat dan hiruk pikuk wisata pantai lainnya. Suasana di pantai ini sangat tenang dan damai. Cocok untuk menenangkan pikiran anda.

Pantai ini biasanya hanya ramai pada musim liburan. Walau sepi, di pantai juga terdapat warung penjual makanan ringan. Jika anda memutuskan datang ke pantai ini sebaiknya anda membawa perbekalan yang cukup karena jarak dari pasar terdekat sekitar 7 Km. 
Pantai Bagedur Banten
Untuk mencapai pantai Bagedur anda dapat melalui jalur Rangkasbitung lalu ke Malingping atau Pandeglang, Saketi lalu Malingping. Jika anda dari Jakarta atau Tangerang, anda dapat melewati tol Jakarta-Merak lalu keluar gerbang tol Serang Timur untuk selanjutnya mengambil arah Pandeglang.

Perjalanan menuju pantai Bagedur sama seperti jika anda menuju pantai Sawarna. Hanya saja anda cukup menempuh perjalanan sampai Malingping. Dari malingping anda dapat menuju terminal Simpang untuk selanjutnya menuju Binuangen.

Senin, 07 Maret 2016

Se-abad Upaya Perlindungan Badak bercula satu di Semenanjung Ujung Kulon, Populasinya Tetap dalam Tiga Dekade Terakhir


Sekitar 55 ekor Badak bercula satu diperkirakan masih hidup di hutan Semenanjung Ujung Kulon, Taman Nasional Ujung Kulon, suatu kawasan konservasi di ujung paling barat Pulau Jawa. Mungkin daerah itu menjadi habitat terakhir bagi kehidupan binatang prasejarah itu. Upaya melindungi jenis binatang itu sudah satu abad lamanya. Selama itu, kehidupannya di Ujung Kulon mengalami cobaan-cobaan yang mematikan, seperti perburuan liar dan bahkan gangguan serangan penyakit. Tetapi mereka masih bertahan dalam kelompoknya, katakanlah sekitar 50 ekor, yang berarti ukurannya dianggap stabil dalam penghitungan lebih dari 30 tahun yang lalu, tahun 1975. Apakah ini menyiratkan lokasi hutan itu merupakan habitat yang layak untuk pengawetan jenis badak bercula satu ?. Namun demikian, perhatian dan tindakan kiranya perlu diberikan untuk kelangsungan hidupnya badak bercula satu, dengan membiarkan selamanya hidup disana dan atau melakukan upaya-upaya penyelamatannya yang bijaksana.

Penyebaran populasi satwa badak jenis Rhinoceros sondaicus dicatat pernah tersebar di India, Myanmar, Vietnam, Laos, Vietnam, Thailand, Pulau Sumatera dan Pulau Jawa. Sekarang ini, populasi kecil mungkin sekitar 10 ekor masih hidup di Vietnam. Perkembangan penduduk dan peradabannya rupanya telah menyusutkan habitat-habitat hutan di beberapa negara tersebut, sehingga individu-individu badak, yang dikenal soliter, kehilangan tempat hidupnya. Satwa mamalia besar inipun menjadi sasaran pembunuhan, karena dianggap hama bagi perluasan areal-areal pertanian. Kenistaan hidupnya juga menimpa, karena cula badak, secara spiritual, dianggap merupakan bahan pengobatan penyakit dan obat yang menyehatkan bagi kehidupan manusia.

Di Indonesia, jika di Pulau Sumatera sangat sedikit diceritakan mengenai kehidupan badak bercula satu, tidak demikian dengan di Pulau Jawa. Kehidupannya sebelum kemerdekaan mungkin suatu kisah yang ironis, pernah menjadi binatang yang dibenci, tetapi kemudian diperlakukan sebagai binatang yang sangat dilindungi. Perubahan kebijakan terhadap badak nampak mulai munculnya paradigma konservasi jenis hayati, yang mulai jenuh dengan penguasaan dan eksploitasi jenis-jenis pohon, misalnya jati, yang banyak mengganti hutan-hutan alam.

Badak bercula satu banyak tersebar di daratan Pulau Jawa, namun pertumbuhan pertanian pada lahan dari bukaan hutan-hutan alam telah menjadi kesukaannya dalam pencarian tanaman pakan. Usaha-usaha pertanian manjadi rugi, dengan rusaknya tanaman pertanian dan lahan-lahanya, akibat sepak terjang dan penindasan badak-badak. Badak bercula satu dituduh menjadi pelakunya, karena jejak-jejaknya diketahui. Akhirnya, binatang besar itu dimaklumatkan untuk diburu mati. Pernah juga pada waktu itu badak bercula satu menjadi obyek buruan, karena kepala dan culanya sebagai trophy perlombaan. Kenistaan hidup badak-badak bertambah, dengan usaha perburuan yang didasarkan pada culanya, yang sebagai bahan-bahan pembuatan ramuan obat dan kesehatan manusia. Tentu banyak badak bercula satu yang menghindar ke hutan-hutan alam di daratan pulau berpenduduk meningkat ini. Tiada cerita kehidupannya, selain deritanya juga pernah berlangsung di Semenanjung Ujung Kulon.

Daerah di ujung paling Barat Pulau Jawa, sebelum dilindungi sebagai habitat Badak bercula satu, juga pernah daerah itu direncanakan untuk daerah perdagangan. Lanskap kawasan semenanjung itu memiliki pantai yang indah, tanahnya subur dan banyak tersedia air bersih, dan mengandung potensi batubara, namun seketika terhancurkan oleh hempasan ombak besar dampak letusan Gunung Krakatau pada tanggal 26 Agustus 1883. Segera kemudian, kawasan itu diupayakan lagi pemulihan dan pembangunannya, akan tetapi, karena kondisi tidak memungkinkan akibat serangan harimau pemangsa manusia dan berjangkitnya wabah penyakit, memaksa lagi Pemerintah Belanda mengungsikan para pekerja dan penduduknya keluar kawasan. Begitulah, tekanan bencana alam dan biologis yang dialami pada kawasan menjadikan kawasan itu dibiarkan berhutan yang dilindungi.

Bagi badak, lanskap semenanjung yang bebas dari pemukiman, serta pertumbuhan jenis-jenis tanaman yang mulai tumbuh dalam suksesi hutan itu, sangat disukainya. Mungkin mereka berterima kasih pada Harimau dan para penyakit yang telah ‘mengusir’ kehidupan manusia disana. Begitulah nasib hidup badak untuk mampu bertahan hidup baik disana, dibandingkan kawanan-kawanan badak lain di luar Ujung Kulon, yang masih berjuang hidup dari tekanan perburuan.

Namun demikian, catatan sejarah kehidupannya di Ujung Kulon, ternyata masih tidak lepas dari perburuan liar. Meskipun pemerintah pada tahun 1909 mengumumkan Badak bercula satu dilindungi (Staatsblaad No. 497 Tahun 1909), empat tahun kemudian, Hoogerwerf menyebutkan 11 ekor mati diantaranya akibat perburuan illegal. Demikian juga setelah penegasan perlindungannya kembali pada tahun 1931 dalam Ordonansi Perlindungan Binatang-binatang Liar (Dierensbeschermingsordonantie 1931 Staadsblad 1931 Nummer 134) masih terjadi lagi perburuan pada tahun 1935-1936, dengan didapatinya 15 ekor tewas dibunuh. Perburuan illegal itu didorong oleh tingginya harga cula badak, tetapi ringan sanksi hukuman bagi pelakunya. Tidak ada catatan perburuan selama sepuluh tahun sebelum dan 15 tahun setelah hari kemerdekaan Republik Indonesia (17 Agustus 1945). Tetapi, Hogerwerf mencatatnya, bahwa pada tahun 1960-an ada sedikitnya tujuh individu badak mati karena perburuan liar. Kematian akibat diluar perburuan juga terjadi, karena penyakit, yaitu pada tahun 1981, dimana lima ekor meninggal. Sedangkan perburuan liar yang terakhir terjadi pada tahun 1988, dengan ditangkapnya seorang pelakunya pada saat melakukan penjualan cula badak hasil buruannya.

Pertumbuhan populasi badak di Ujung Kulon sendiri nampak diyakini ketangguhan dan toleransinya. Hoogerwerf menaksir ukuran populasinya meningkat, pada tahun 1937 (sekitar 25 ekor - 10 jantan dan 15 betina) pada dan tahun 1955 (antara 30 sampai 35 ekor). Lalu menurun, berdasarkan hasil inventarisasi Prof. R. Schenkel pada tahun 1967, yaitu berkisar antara 21 sampai 28 ekor, yang nampak disebabkan adanya beberapa individu yang hilang karena perburuan. Setelah itu setiap tahun dilakukan inventarisasi melalui jejak-jejaknya, yang menampilkan peningkatan tetapi kemudian stabil dalam 10 tahun terakhir, yaitu antara 50 – 60 ekor. Perkembang biakannya di masa mendatang tidak dapat dipastikan lagi.

Nampak pasti habitat alami Ujung Kulon menjadi keterpaksaan terakhir bagi hidupnya binatang prasejarah itu. Dalam satu abad ini, kembali ke tahun 1909, dimulainya upaya perlindungan, dengan tekanan serangan penyakit dan perburuan liar yang menimpanya, mungkin bukti sukses konservasi jenis dan kawasan utama dari pengelolaan taman nasional. Jika tidak begitu, tiada lagi binatang purba itu masih ada. Habitat hutannya yang dulu rata dihantam ombak besar, kini dalam 125 tahun suksesi sedang menuju klimaksnya. Jika sesungguhnya hutan itu sebagai habitat terakhir satwa badak bercula satu, akankah kita membiarkannya sejumlah individu berjuang bertahan hidup selamanya dalam jumlah yang tetap itu. Dulu kawasan itu itu rata, lalu tumbuh kehidupan tanaman, mulai rerumputan hingga tiang-tiang pancang dan semak-semak, dan badak-badak dari luar kawasan itu berlarian menghindari perburuan, dinasibkan tiba disana.

Kini Badak bercula satu yang tangguh itu dianggap sebagai satwa dalam kategori bahaya menuju kepunahannya. Terancam punah, karena populasinya sangat kecil dan perkembang biakannya yang lambat, disamping habitat dan ekosistemnya sendiri dikuatirkan dapat terganggu karena bencana alam. Ukuran populasi sekitar 55 ekor, secara genetika adalah kecil, yang berkemungkinan sekali rentan ketahanan biologisnya dalam menghadapi perubahan iklim alam lingkungannya. Kekuatiran itu mempertanyakan sendiri, berapa lama lagi kiranya mereka akan hidup berlanjut, dan barangkali bijaksana memikirkan dan berbuat untuk penyelamatannya.

Kekuatan perlindungan badak bercula satu dapat ditunjukkan, melalui legalitasnya dalam UU No. 5 Tahun 1990. Sanksi hukuman yang berat bagi setiap orang, karena sengaja atau kelalaiannya, melakukan pelanggaran, baik menangkap, membunuh, menyimpan, mengangkut, memperniagakan, baik di dalam Indonesia atau ke luar Indonesia, dan individu dalam keadaan hidup maupun mati, dan maupun bagian-bagian dari tubuh individunya. Dukungan kuatnya legalitas itu nampak efektif membuat orang tidak lagi berbuat perburuan liar terhadap badak.

Perlindungan hidup badak masih menjadi tindakan utama dalam pengelolaan konservasi. Patroli pengamanan badak dan habitatnya dilakukan guna menjamin populasi aman dari gangguan-gangguan yang mematikan. Para petugas Balai TN Ujung Kulon yang ditempatkan pada pos-pos jaga melaksanakan secara rutin pada kawasan daratan maupun wilayah sekitarnya yang berupa perairan laut. Beberapa warga masyarakat setempat juga turut bergabung dalam pengamanannya, dalam tim-tim patroli, dengan nama Rhino Monitoring and Protection Unit (RMPU).

Dalam beberapa presentasi di pertemuan-pertemuan, ditampilkan amannya kehidupan populasi Badak cula satu itu di habitatnya. Tetapi seringkali dipertanyakan lagi kebenaran keberadaannya, merupakan hal yang wajar karena hanya informasi, sedang tiada individu badak itu yang dipelihara di kebun binatang. Suatu tindakan yang sulit dan berisiko tinggi, menurut para ahli, menangani pengembang biakannya di alam habitatnya, apalagi mengupayakan beberapa dari populasi di alamnya untuk dipisahkan guna mengungkap banyak rahasia kehidupan yang sebenarnya, meskipun dalam habitatnya yang terdekat dengan kawasan Ujung Kulon. Jadi sejauh ini hanya para peneliti badak yang lebih tahu rahasia, itupun terbatas, dari upaya pengungkapan yang dicapainya masing-masing.

Walaupun demikian sulitnya, dengan upaya-upaya teliti dan berisiko kecil terhadap kehidupan binatang prasejarah itu, mungkin perlu juga dilakukan tindakan-tindakan penyelamatannya. Pertimbangannya, mereka tidak hidup sendiri di hutan itu, tetapi banyak lagi satwa-satwa lain yang menggantungkan hidupnya disana. Ujung Kulon kecil luasannya, sebagai habitatnya 30.000 hektar, tetapi seberapa luas yang efektif sebagai tempat kehidupannya. Dalam luasan itu, kelompok badak sekitar 55 individu jumlahnya, tidak sebanding dengan jenis satwa mamalia besar lainnya, misalnya banteng-yang populasinya mungkin lebih dari 500 ekor, serta satwa-satwa lainnya yang lebih kecil, seperti babi hutan, rusa, menjangan, kancil, yang jumlahnya bisa mencapai ribuan individu. Dengan adanya binatang-binatang lain itu, padahal mereka juga sama dengan badak cula satu termasuk herbivora, betapa keras tingkat persaingan, atau gangguan, dalam pencarian pakan dan tempat hidup diantara mereka, dan antar individu-individunya. Bagi individu badak sendiri, sebagai satwa utama dalam pengelolaan taman nasional, meningkatnya pertumbuhan hutan menuju hutan klimaks mungkin mengganggu kehidupannya, sebagaimana binatang prasejarah itu dikenal sebagai binatang yang menyukai habitat terbuka, atau hutan sekunder. Kondisi demikian kiranya perlu menggugat kita semua jika masih berkeinginan mempertahankan keberadaan Badak bercula satu itu di masa depan.

Pulau Umang Pesona Tiada Tara


Pesona wisata Pulau Umang Banten telah dikenal publik, terutama bagi warga Jakarta yang menjadikannya sebagai salah satu destinasi liburan akhir pekan yang berjarak cukup dekat. Banten memiliki sejumlah tempat wisata yang menarik, di antaranya yang telah terkenal adalah Pantai Anyer dan Pantai Carita. Tetapi, daya tarik yang khas yang dapat ditemui di kawasan wisata Pulau Umang adalah pesona wisata lautnya yang masih begitu alami, belum terganggu oleh tangan-tangan manusia.
Wisata Pulau Umang Banten menyuguhkan kepada Anda sebuah perairan biru yang demikian jernih, pasir putih, dan ombak yang relatif tenang. Tak ayal, Anda akan menjumpai banyak kegiatan menarik di sana. Inilah salah satu permata wisata Banten yang sedang populer saat ini.
Misalnya, berenang, main banana boat, olahraga pantai, bahkan memancing. Inilah daya tarik wisata Pulau Umang Banten yang tergolong unik jika dibandingkan dengan tempat-tempat menarik di Banten lainnya.
Baca juga: Menikmati Pesona Wisata Pantai Anyer di Banten
Bermain jet ski di Pulau Umang
Bermain jet ski di Pulau Umang
Bagi warga Jakarta, destinasi wisata Pulau Umang Banten adalah salah satu pilihan yang menarik. Sebab, di sana mereka dapat melepas kepenatan dari berbagai rutinitas. Lagipula jaraknya yang tidak jauh dari kota Jakarta. Pesona panorama pantai dan alam yang indah membuat pikiran terasa fresh dan badan menjadi segar.
Tempat wisata Pulau Umang secara administratif berlokasi di Kecamatan Sumur, Kabupaten Pandeglang, Banten. Luas kawasan wisata Pulau Umang ini hanya 5 ha. Berbatasan langsung dengan selat Sunda di bagian selatan Banten, lokasi Pulau Umang ini persis berada di pesisir kawasan konservasi Taman Nasional Ujung Kulon.

Rute Wisata Pulau Umang Banten

Jika Anda dari Jakarta, Anda akan menempuh perjalanan darat sejauh kurang lebih 183 km untuk dapat sampai di Kecamatan Sumur. Dengan mengambil rute perjalanan lewat Pandeglang, Anda akan membutuhkan waktu sekitar 6 jam untuk sampai di sana. Setiba di Kecamatan Sumur, perjalanan dilanjutkan dengan menggunakan speedboat menuju Pulau Umang selama 5-8 menit.
Bagi Anda yang hendak pergi ke Pulau Umang Banten dari Jakarta, ada dua rute perjalanan darat yang dapat dipilih.
Rute pertama, melewati tol Jakarta – Merak, lalu keluar di pintu Serang Timur (km 71), selanjutnya mengikuti jalan Pandeglang sampai Labuan, terus menuju Taragong – Citeurup – Cigeulis – Cibaliung – Cimanggu hingga akhirnya tiba di Sumur.
Rute kedua, melewati tol Jakarta – Merak, lalu keluar di pintu Cilegon Barat, kemudian mengikuti jalan Anyer – Carita hingga akhirnya tiba di Labuan, dan selanjutnya mengikuti jalur yang sama dengan rute pertama di atas hingga tiba di Kecamatan Sumur.
Baca juga: Pesona Indah Wisata Pantai Carita Banten
Saat Anda telah tiba di Sumur, sekitar 1 km dari pinggir pantai Sumur terdapat loket penjualan tiket penyeberangan ke Pulau Umang. Jika Anda membawa kendaraan, tersedia juga area parkir mobil atau motor.
Untuk sampai ke Pulau Umang dari Sumur, Anda harus membayar tiket penyeberangan sebesar Rp 100 ribu per orang dan akan menaiki speedboad. Perjalanan speedboat berkisar 5 – 8 menit.

Pesona Wisata Pantai Umang

Wisata Pulau Umang Banten menyediakan kepada Anda banyak pilihan kegiatan, seperti snorkeling, bermain jet ski, banana boat, berjemur, olahraga pantai, dan lain-lain.
Snorkel di Pulau Oar Banten
Snorkel di Pulau Oar Banten
Jika Anda ingin snorkeling, tempat terbaik untuk snorkel adalah di Pulau Oar, Anda hanya perlu menyeberang sedikit.  Anda akan mendapati terumbu karang yang masih sangat alami dan indah di sana. Bagi warga Jakarta, ini adalah alternatif tempat snorkel lainnya selain yang ada di wisata pantai Jakarta.

Ada juga taman bermain bertema outbond dan kolam renang khusus anak-anak yang menghadap ke laut lepas. Bermain bola di pinggiran pantai adalah kegiatan yang sangat menyenangkan di sana.
Bagi Anda penikmat kuliner, cobalah hidangan aneka seafood khas Pulau Umang Banten, yakni ikan kakap merah dan kerapu. Selain itu, sejumlah resto di Pulau Umang siap memanjakan Anda dengan sajian makanan lainnya. Saat malam tiba, akan ada pertunjukan musik organ tunggal untuk menghibur Anda.

Akomodasi Wisata Pulau Umang

Di bulan Juni – Juli adalah waktu terbaik mengambil liburan wisata Pulau Umang di Banten ini. Itu adalah periode waktu di mana laut dan langit begitu cerah di sana.
Cottage di Pulau Umang
Cottage di Pulau Umang
Untuk menginap, terdapat sejumlah cottage, resort, hingga villa yang telah difasilitasi dengan kolam renang, spa, hingga lapangan voli. Jika Anda ingin snorkel, Anda dapat memesan paket tambahan untuk mengunjungi Pulau Oar.
Hanya saja, Anda harus memesan kamar jauh hari sebelumnya karena jumlah yang terbatas. Destinasi wisata Pulau Umang di Banten ini selalu ramai dengan kunjungan wisatawan, terlebih di akhir pekan dan apalagi waktu libur tiba.
Di kawasan wisata Pulau Umang Banten ini juga terdapat toko souvenir khas Pulau Umang, restoran, kafe, tempat persewaan perahu dan jetski.

Kamis, 03 Maret 2016

Pulau Oar Serpihan Surga Di Ujung Kulon


SUMUR,- Cukup 7 jam perjalanan darat dari Jakarta dan disambung naik kapal nelayan, Anda bisa berwisata ke Pulau Oar. Pulau yang masih masuk dalam kawasan TN Ujung Kulon punya pasir putih dan terumbu karang yang masih alami. Indah!

Pulau Oar yang masih ada di kawasan Taman Nasional Unjung Kulon, bisa menjadi destinasi liburan Anda berikutnya. Pasirnya putih dan lembut, air lautnya bergradasi biru-hijau nan indah.

Tidak perlu menyebrang jauh dari pulau Jawa untuk sekadar menikmati weekend gateway bagi mereka yang tinggal di Jakarta. Pulau Oar yang masih alami bisa menjadi destinasi wisata pantai warga ibukota.

Waktu tempuh hanya 15 menit perjalanan laut dari Desa Sumur menggunakan kapal nelayan. Namun, memerlukan waktu 7 jam perjalanan darat dari Jakarta. Pulau Oar masih termasuk dalam kawasan Taman Nasional Ujung Kulon, Banten.

Di pulau mini ini, tidak terdapat penginapan ataupun warung penjual makanan, hanya ada penjual kelapa muda. Pulau ini biasanya disinggahi tamu yang menginap di Pulau Umang ataupun pengunjung yang sedang island hopping di kawasan TN Ujung Kulon.

Pasirnya halus, itulah kesan pertama ketika menginjakan kaki di Pulau Oar, ketika kami turun dari kapal. Berjalan ke bagian tengah pulau, Anda akan disambut serpihan karang mati yang terbawa ombak. Kemudian ada tanaman merambat dengan bunga berwarna ungu yang memagari pohon rindang di tengah Pulau Oar.

Banyak aktivitas yang bisa dilakukan di Pulau Oar selain berjemur dan bermain di pantai. Terumbu karang berwarna biru dan kuning cukup banyak di sini, namun harus berenang agak jauh. Untuk di tepi Pulau Oar bisa dikatakan banyak karang mati. Selain snorkeling, pengunjung juga bisa bermain banana boat ataupun jet ski.

Ketika kami sampai, langit mendung menyambut di ujung pulau. Namun, ketika matahari bersinar cerah, warna langit dan laut yang biru membuat kami betah berlama-lama di pulau ini. So natural dan indah.

Selasa, 01 Maret 2016

Mancing Mania Sobang....MANTAP...!!

Destinisi Mancing Di Sobang Dan Sekitarnya





Kali ini RS sambil menyalurkan hobi mancing juga sambil meliput spot - spot mancing di daerah Sobang Sampai Ujung Kulon.
Untuk Pemancing pemula bisa di mulai dari bengawan kali pangkalan, setiap hari spot ini ramai dikunjungi mancing mania. Ikan penghuninya kebanyakan ikan air tawar seperti ikan mas, jaer, nila, lele, keting, betrik, dan lundu, walau sesekali ada gabus dan kakap muara. rekor ikan disini adalah ikan mas seberat 25 kg. 





Berikutnya adalah jembatan saung jangkung, ini adalah lokasi muara, tetapi pemancingnya tidak terlalu ramai karena jalannya menikung tajam dan kurang luas, ikannyapun hanya belanak, lundu dan ikan - ikan kecil jarang sekali ada ukan besar. tapi lumayan untuk alternative spot mancing.
  



Kalau yang ini jembatan Solodengen, spot mancing ini paling ramai sepanjang hari, Ikannya lumayan besar dan beraneka ragam seperti kerapu bakau, kakap muara, Udang gala, kepiting dan sembilang, rekor ikan monsternya adalah sembilang berbobot 20 kg.



Ini adalah spot mancing favorit baru yaitu sodetan kali ciliman diatasnya jembatan tegal papak, anda bisa memancing diatas jembatan ataupun disepanjang kali, airnya bagus, ikannya besar- besar. rekornya adalah ikan kakap seberat 15 kg.





 Jembatan Muara Ciseukeut adalah spot mancing berikutnya, disini juga dihuni ikan - ikan muara seperti kakap, sembilang, gabus, dll, spot ini cukup ramai setiap harinya, kalau tidak mendapat ikan anda bisa membawa ikan segar buat oleh - oleh ke rumah, karena sepanjang kiri - kanannya terdapat pedagang ikan segar.




Penduduk menamakannya Jontor, ya mirip bibir jontor, ini adalah daratan yang menjorok ke laut, dulu jontor adalah spot favorit para pemancing, namun abrasi air laut terus mengikis wilayah jontor, sehingga tempat yang dahulunya nyaman dan ramai didatangi oleh wisatawan lokal ataupun mancing mania kini mulai sepi. tetapi tempat ini diwaktu - waktu tertentu masih banyak dikunjungi mancing mania.


 


Kali Cibungur disini biasanya pemancing mulai ramai mulai sore sampai malam hari, kalinya cukup lebar sama denagn lebar sodetan ditegal papak, ikannya kebanyakan kerapu batu, kakap muara dan ikan jenis Lundu.



Sepanjang pantai Ciheru meliputi pantai Kerang dan Pantai Citra juga merupakan tempat Favorit pemancing, Aneka ikan laut biasanya dapat dikail para mancing mania, seperti ikan Gulama, Layur, kakap dll.



Muara Citeureup adalah spot yang juga ramai setiap hari tetapi pemancing jarang memancing diatas jembatan karena terlalu tinggi, kebanyakan dibibir muara atau masuk menggunakan sampan atau perahu kecil. disini banyak ikan bakau seperti kakap bakau, gabus, kerapu bakau, karena disini masih tersisa kawasan magrove atau hutan bakau. selain itu disini juga tempat mencari haremis/lamis (kerang berukuran kecil), rekor ikannya adalah Gabus dengan berat 30 kg.





Sekarang kita agak ketengah, kurang lebih satu jam ke arah pulau haliwungan, disini rumpon yang sangat baik, terdapat ikan - ikan sedang hingga besar disini kakap merah jadi favorit disini disusul ikan kue, layur dan sejenis tongkol.



Yang terakhir adalah rumpon disebelah barat daya pulau panaitan ujung kulon, jangan ditanya ikannya sebesar apa, ikan terkecil seberat 5 kg, disini tenggiri - tenggiri besar terlihat jelas dari atas kapal/perahu dikarenakan airnya sangat jernih. ikan terbanyak disini adalah tenggiri, kakap merah, tongkol, giant layur dan baracuda. Pokoknya anda bakal kecapean karena strike berkali - kali melawan ikan - ikan monster yang sangat susah ditaklukan. ok sekian dulu, karena mau bakar ikan hasil tangkapan kali ini.

Senin, 22 Februari 2016

Wisata Agro Di Selatan Banten

Radar Sobang, Lebak,- Ingin menikmati sejuknya perkebunan teh? Bagi orang Banten tidak usah jauh-jauh ke Puncak, Bogor, karena Di Ujung Selatan Lebak, tepatnya Kampung Cikuya desa Hegarmanah kecamatan Cibeber, Kabupaten Lebak, Banten, telah dibuka Perkebunan dengan Luas Areal 120 Ha.
“Sekarang yang sudah dikelola baru sekitar 40 Ha” Ujar Asisten Daerah Kabupaten Lebak, Budi Santoso.
Kebun TehMenurut Budi, perkebunan ini sangat cocok untuk destinasi wisata agro di Kabupaten Lebak, mengingat selain memiliki udara sejuk, perkebunan yang berada di ketinggian 750-1.200 dpl ini juga memiliki pemandangan yang indah. Selain itu lokasinya berdekatan dengan air terjun Curug Cirokrak yang eksotik.
Kebun Teh organik ini dikelola oleh PT. Harendong Green Farm sertifikasi USDA (USA), IMO (Swiss), JAS (Japan), Indonesia Agriculture, asli Lebak Banten Indonesia.
Menurut Bagian Umum PT. Harendong Green Farm, Tatang, Kebun Teh organik yang dikelolanya ini banyak memperkerjakan tenaga kerja lokal.Namun Tatang juga mengeluhkan masalah sampah yang berserakan karena ulah pengunjung nakal dari wilayah sekitar.
“Kami menghimbau kepada pengunjung diharap tidak membuang sampah sembarangan, untuk menjaga kebersihan dan keindahan wilayah ini” pungkasnya.

Selasa, 16 Februari 2016

Ini Dia 4 Pantai Asyik di Banten Selain Anyer

 BANSEL. Anyer sering jadi destinasi pantai alternatif bagi turis asal Jakarta. Tapi tahukah, masih ada pantai-pantai lain di Banten yang tak kalah asyik untuk menjadi tempat liburan. Inilah 4 di antaranya!

Buat yang belum ada rencana liburan, bisa mencoba mengunjungi Pantai Sawarna dan pantai-pantai lainnya di selatan Banten. Ya, pantai-pantai di selatan Banten ini bisa menjadi pilihan untuk berlibur.

Berbeda dengan pantai-pantai lainnya di Banten seperti Anyer dan Carita, pantai di Banten Selatan masih sangat alami dan tentunya masih sangat indah karena belum terlalu banyak dikunjungi. Pantai-pantainya antara lain: Pantai Sawarna, Pantai Pulo Manuk, dan Pantai Karang Taraje di Bayah yang terkenal dengan keindahan dan kealamiannya.

Belum selesai, masih ada Pantai Bagedur, Pantai Pasir Putih (Pasput) di Malingping, atau Pantai Binuangeun dan pantai-pantai lain di sepanjang Jalan Bayah-Malingping.

1. Pantai Sawarna

Sawarna merupakan sebuah desa wisata di Kecamatan Bayah, Banten Selatan. Sawarna terkenal dengan keindahan alamnya terutama pantainya yang masih sangat alami.

Banyak orang menyebut sebagai The Hidden Paradise karena keindahan pantainya. Selain pantai ada juga wisata gua. Simak tempat-tempat wisata di Pantai Sawarna.

2. Pantai Bagedur

Pantai Bagedur ini terletak di Desa Sukamanah, Kecamatan Malingping, Kab Lebak, Banten. Pantainya landai dan ombaknya cukup besar tapi sangat cocok bersama keluarga untuk berenang dan bermain pasir di pinggir pantai.

3. Pantai Binuangen

Pantai Binuangen ini terletak di Desa Muara, Kecamatan Wanasalam berbatasan dengan Kabupaten Pandeglang. Pantai Binuangen ini merupakan pantai yang banyak menghasilkan ikan, tak heran banyak pemancing di sana.

4. Pantai antara Malingping-Bayah

Ada banyak pantai-pantai di antara Jalan Malingping menuju Bayah. Pemandangan pantai tepi jalan ini sangat menarik untuk memanjakan mata agar lebih segar dari rutinitas di kota besar.

Ada banyak pantai mulai dari Pantai Pasir Putih, Pantai Cibobos atau Karang Songsong dan banyak lagi yang lainnya. Selain pantainya yang masih sangat indah dan alami, jaraknya yang dekat dengan daerah Jabodetabek juga menjadi pertimbangan untuk berkunjung ke pantai-pantai di Banten Selatan.

Yang terpenting adalah jalur ke sana anti macet, berbeda jika ke Bandung, Bogor dan Sukabumi yang macet ketika musim liburan. Untuk menuju ke Banten Selatan yang tak terkena macet bisa melalui dua jalur utama yaitu lewat Serang dan Rangkasbitung.

Melalui Serang, wisatawan bisa menuju Tol Jakarta-Merak keluar di pintu Tol Serang Timur, kemudian ke Pandeglang terus Saketi, baru kemudian menuju Malingping. Jika Melalui Rangkasbitung, bisa ke Tol Jakarta-Merak lalu keluar di Balaraja kemudian menuju Cikande, dari Cikande dilajutkan Rangkasbitung. Dari Rangkasbitung bisa menuju Cileles terus ke Warung Gunung setelah itu mengambil arah ke Gunung Kencana dan baru menuju Malingping.