BREAKING NEWS

BREAKING NEWS : RMB Sobang kembali adakan khitanan masal, yang mau ikut silahkan daftar ke panitia di mesjid Agung Baiturrahim Sobang....>>Musim hujan datang Sobang Siaga Banjir...>>perjudian marak didesa Sobang
Tampilkan postingan dengan label KULINER. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label KULINER. Tampilkan semua postingan

Kamis, 01 September 2016

Gula Aren Cibaliung Pecahkan Rekor MURI

Pandeglang,– Siapa yang tak kenal gula aren dengan warna coklat dan aroma khasnya yang bisa menambah nikmat sebuah masakkan.Gula berbentuk bulat dan ada juga yang sudah berbentuk ‘pasir’ itu kini telah tercipta menjadi sebuah rekor Muri sebagai Gula Aren terbesar di Indonesia,bahkan di dunia.
Pembuatan Gula Aren mengandalkan kebersamaan yang telah menjadi ciri khas masyarakat Banten dengan gotong royong nya, “Oleh karena itu tercetuslah ide untuk membuat gula aren dengan ukuran besar dan bentuk berbeda dari biasanya. Prestasi ini tidak hanya memupuk kebersamaan dan memperkuat pertemanan, tapi juga tercatat sebagai rekor Gula Aren terbesar di Muri,” kata Sujana, Ketua Pesta Rakyat Cibaliung (PRC), saat ditemui dilapangan Cibaliung, Kabupaten Pandeglang, Banten, Rabu (17/08/2016).

Untuk membuat gula aren ukuran biasa yang memiliki diameter 5-10 centimeter cukup membutuhkan air nira sebanyak 10 liter untuk menghasilkan 1 kg. Namun kali ini, warga di Kecamatan Cibaliung berhasil membuat gula aren dengan bobot 135 kg dengan diamter mencapai 100 centimeter dan ketebalan mencapai 20 centimeter. Setidaknya, untuk membuat rekor tersebut, sebanyak 70 perajin gula aren dan 1.400 liter air nira diturunkan.
“Pembuatannya lebih dari 10 kuali besar, dimasak secara serentak, dibuat secara bertahap. Baru kita kilo (timbang),” tegasnya.
Sebelum membuat Gula Aren, air nira terlebih dahulu di ambil dari pucuk bunga nya yang kerap disebut Sunting Bunga (mayang) yang belum benar-benar mekar.
Sari makanan yang seharusnya dipakai untuk pemekaran bunga menumpuk menjadi cairan gula mayang membengkak. Setelah proses pembengkakan berhenti, batang mayang diiris-iris untuk mengeluarkan cairan gula secara bertahap. Cairan biasanya ditampung dengan timba (wadah) yang terbuat dari daun pohon palma. Cairan yang ditampung diambil secara bertahap, biasanya 2-3 kali. Cairan ini kemudian dipanaskan dengan api sampai kental.

Setelah benar-benar kental, cairan dituangkan ke mangkok-mangkok yang terbuat dari daun palma dan siap dipasarkan. Gula merah sebagian besar dipakai sebagai bahan baku kecap manis.
Sebagai gula aren, Sunting
Bunga jantan pohon enau dikumpulkan terlebih dahulu dalam sebuah bumbung bambu. Untuk mencegah nira mengalami peragian dan nira yang telah mengalami fermentasi tidak bisa dibuat gula, maka ke dalam bumbung bambu tersebut ditambahkan laru atau kawao yang berfungsi sebagai pengawet alami.
Setelah jumlahnya cukup, nira direbus di atas tungku dalam sebuah wajan besar. Kayu terbaik untuk memasak gula aren berasal dari kayu aren yang sudah tua. Karena kalori ini lebih tinggi dari kayu bakar biasa, maka proses memasaknya juga lebih cepat. Sekalipun demikian, api tidak juga boleh terlalu besar sampai masuk ke dalam wajan dan menjilat serta membakar gula yang sedang dimasak. Kalau ini terjadi gula akan hangus, rasanya akan pahit dan warnanya menjadi hitam.
Jika air nira sudah menjadi pekat, berat ketika diaduk dan kalau diciduk dari wajan dan dituangkan kembali adukan akan putus-putus, maka cairan nira sudah bisa ditaruh ke dalam cetakan untuk di dinginkan dan menjadi Gula Aren.
“Suatu kebanggaan saat kami melihat kebersamaan dan kerja keras bisa menjadi momen perayaan beramai-ramai warga Cibaliung,” kata Abah Sudi, perwakilan perajin Gula Aren yang ikut serta membuat gula raksasa tersebut.

Kecamatan Cibaliung sendiri bisa ditempuh dari Jakarta selama kurang lebih tiga jam perjalanan. Wisatawan bisa keluar Tol Serang Timur lalu mengambil jalur Kabupaten Pandeglang arah KEK Tanjung Lesung. Sesampai di alun-alun Citeureup, wistawan mengambil arah menuju Pulau Umang atau mengikuti petunjuk arah.
Selain menikmati keindahan pantai di Banten Selatan dan ‘Surga Tersembunyu’ di Pulau Umang, wisatawan pun bisa menikmati manisnya gula aren karya tangan warga setempat tanpa bahan pengawet yang masih dibuat secara tradisional.
“Prestasi dalam bentuk rekor Muri ini memberi motivasi tersendiri bagi kami untuk semakin mengangkat Cibaliung melalui produksu gula aren nya,” tegasnya.

Senin, 25 April 2016

Kue Balok Khas Babakan


Kue Balok adalah khas makanan dari Menes, sebuah kecamatan di Kabupaten Pandeglang Banten. Kue Balok adalah sejenis makanan yang terbuat dari singkong, berbentuk segi empat layaknya kotak, dan berwarna putih. Lembek bila disentuh dan kenyal bila sudah berada di mulut. Itulah kue Balok.

Yang unik dan khas dari makanan ini adalah penambahan dua bumbu yaitu bawang goreng yang dicampur sejenis minyak, diolesi tepat diatas potongan balok ini, tak lupa ditambah serundeng diatasnya. mau tahu rasanya? Yang jelas kalau makan satu, pasti pingin nambah rasanya.

Minggu, 20 Maret 2016

Gemblong, Makanan Khas dan Traidisi Lebaran


Gemblong bakar dan sempur siap disantap

Perayaan hari raya tak terkecuali Idul Fitri adalah momen yang sangat ditunggu-tunggu karena selain bisa berkumpul dengan sanak keluarga, hari raya juga selalu menyuguhkan sesuatu yang special terutama makanan. Ada banyak ciri khas panganan Lebaran yang bisa kita temukan di setiap derah dan di Kabupaten Pandeglang makanan yang dibuat dari ketan atau sering disebut gemblong paling disukai.

Cara membuat gemblong tidak terlalu rumit karena prosesnya hampir sama dengan menanak nasi biasa. Ketan mula-mula dibersihkan kemudian direndam minimal 5 jam kemudian di nanak layaknya nasi dengan campuran parutan kelapa. Setelah matang, nasi beras ketan ditumbuk-tumbuk hingga menyerupai lem dan mudah dibentuk.  Untuk mendapatkan hasil gemblong yang renyah dan kenyal, proses penumbukan harus dilakukan dengan kontinyu dan bisa memakan waktu 1jam.

Gemblong yang sudah jadi biasanya digoreng dan di bakar. Untuk menambah kenikmatan, goreng atau bakar gemblong biasanya dilumuri semur daging kerbau atau sapi dan oleh warga cara makan semacam ini disebut nyocol gemblong. Makanan ini pun sudah dianggap tradisi oleh warga saat Lebaran karena makannya bisa dilakukan bersama sanak keluarga dengan suasana yang menyenangkan.

Sabtu, 12 Maret 2016

Kuliner Khas Pandeglang

      -  Rawon Kerbau : Terbuat dari daging kerbau, masakannya berbentuk semur, tetapi rasanya lebih pedas.

-          Kue Pasung      : Kue berbentuk kerucut berasa legit isinya berwarna kecoklatan dan kenyal berselimut daun pisang

-          Kue Jojorong   : Berbentuk seperti mangkuk dari daun pisang isinya berwarna putih terdapat gula aren cair pada dasarnya.

-          Gemblog           : Terbuat dari tepung ketan, tepung kanji, kepala parut, dan santan, dengan balutan gula, terdiri dari gula jawa dan gula pasir.
-          Kue Balok         :  Bila mendengar ”balok” yang terbayang oleh kita adalah sebuah kayu panjang berbentuk kubus. Tapi di daerah Babakan Lor, Kecamatan Cikedal Kabupaten Pandeglang, ”balok” adalah nama sebuah penganan/kue yang terkenal nikmat. Disebut balok karena kue ini seperti balok kayu. Kue balok dibuat dari ubi ketela pohon kemudian dibuang kulitnya sampai bersih dan dicuci, lalu dikukus hingga empuk/lunak. Proses berikutnya, ditiriskan lalu ditumbuk menggunakan lesung sampai benar-benar halus dan diberi garam untuk memberi rasa gurih. Setelah halus, dicetak dan dipotong-potong menyerupai balok kayu. Kue ini biasanya disajikan dengan bumbu serundeng, yakni kelapa parut yang diasang kemudian ditumbuk halus sampai mengeluarkan minyak.
-          Otak-Otak         :  Otak-otak merupakan penganan khas daerah yang berada di sekitar pantai. Labuan – Pantai Carita dan sekitarnya adalah salah satu daerah yang memiliki makanan jenis ini. Otak-otak dari Labuan sudah terkenal kelezatannya sampai keluar wilayah Banten. Teksturnya yang lembut karena terbuat dari ikan Tenggiri yang diaduk merata dengan tepung tapioka (aci), santan, bawang putih, merica, gula pasir dan garam, serta aroma yang timbul dari daun pisang -sebagai pembungkusnya- terbakar diatas arang akan menimbulkan aroma yang sangat menggugah selera. Selain sebagai pendamping nasi, otak-otak kebanyakan dimakan tanpa nasi dengan sambal kacang yang diasang dan ditambah bumbu lain, penyajiannya bisa dicocol atau ditaburkan diatas piring.

Rabu, 24 Februari 2016

Kerupuk Kerang Hijau dari Panimbang



PANDEGLANG - Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Pandeglang Tata Nanjar Riyadi mengatakan, potensi kerang hijau di wilayah Pandeglang cukup besar. Sekarang tinggal bagaimana melakukan pengelolaan dan menejemen budidaya yang baik dan profesional.

“Potensinya cukup besar tinggal bagaimana caranya warga atau nelayan setempat mampu memanfaatkan yang baik dan terkordinasi dengan rapi, sehingga ke depan akan bisa menjadi potensi andalan,” ujarnya .

Menurutnya, pihaknya juga mengaku kalau di wilayah Panimbang sudah ada beberapa kelompok yang memanfaatkan potensi kerang hijau untuk diolah menjadi makanan ringan sejenis kerupuk.
“Peluangnya sangat bagus karena kerang hijau di Panimbang masih natural, karena lautnya juga masih bersih. Saya yakin jika ini dimanfaatkan dengan baik, kerupuk kerang hijau akan bisa menjelma menjadi ikon,” tuturnya.

Terpisah, Ketua Kelompok Usaha Duta Laut Abdul Ajis mengatakan, meski dianggap baru dalam pengelola kerang hijau, tapi pihaknya optimistis ke depan ini bisa menjadi peluang bagi warga dan nelayan. Saat ini, permintaan kerupuk kerang hijau cukup tinggi di pasaran.

“Saya optimistis dengan masih banyaknya kerang hijau produk yang kami buat akan bisa menjadi ikon daerah. Tinggal bagaimana caranya pemerintah daerah bisa melakukan pembinaan dan membantu mempromosikan,” harapnya.

Kamis, 18 Februari 2016

Leumeung Kuliner khas Malingping

Radar Sobang – Apakah anda sudah tahu atau pernah mendengar nasi ketan yang dibakar di dalam bambu, apakah mungkin anda juga sudah pernah memakan nya…??.
Makanan tersebut banyak terdapat diberbagai daerah di Indonesia, contohnya seperti Nasi Jaha Kota Manado Minahasa Sulawesi Utara, nasi bakar Kolo khas Manggarai NTT. Apakah di Banten juga ada, pastinya ada juga dong, namanya Leumeung (Lemang) Makanan Khas Malingping Banten Selatan. Cekidot gehh…
Leumeung (lemang) adalah makanan khas nasi yang dibakar di dalam bambu  yang terdapat di Malingping Lebak Banten Selatan. Kuliner yang satu ini terbuat dari beras ketan berbumbu ditambah santan kelapa kental, kemudian dimasukkan kedalam bilah-bilah bambu yang kemudian dibakar diperapian hingga matang. Nikmatnya  leumeung ketika dimakan hangat-hangat, atau dimakan sesaat bilah bambunya baru dibelah.
Biasanya dimakan dengan Telor asin, bila dibiarkan lama dibuka, akan menyebabkan leumeung mengeras, sehingga mengurangi selera makan. Leumeung Malingping biasanya ditambahi dengan kacang merah, sehingga perpaduan antara santan kental, beras ketan dan kacang merah, akan memberikan sensasi nikmat yang tersendiri.
Sebagai kuliner khas Malingping, harga leumeung cukup murah, sehingga kita akan tergoda untuk membawa pulang setelah melakukan perjalanan panjang ke Banten Selatan, sebagai oleh-oleh atau buah tangan. Namun, ada sedikit kendala dengan cara memasaknya, sehingga jika tidak dikemas dengan baik, kita akan terkena areng yang melekat pada batang bamboo leumeung (bhs sunda=mehong).  Itulah seninya jika kita membawa oleh-oleh leumueung Malingping.
Silahkan anda mencari dan mencobanya….dijamin ketagihan.

Rabu, 17 Februari 2016

Serabi Nasibmu Kini...

Sobang (RS). Serabi atau dalam bahasa daerah biasa disebut surabi atau sorabi adalah jajanan pasar atau kue yang berbahan dasar tepung beras atau terigu. Serabi sudah terkenal sejak zaman kolonial belanda dan kini jajanan pinggir jalan itu sudah masuk toko kue ataupun mal terkenal, dengan berbagai modifikasi rasa dan bentuk tentunya. Di Sobang serabi pernah menjadi primadona, hampir ditiap wilayah Sobang separti pasar Sobang, prapatan Sobang, pasar bojen, ruas jalan Pangkalan, cimanis, pokoknya setiap desa disobang punya tukang serabi yang setiap pagi menyiapkan serabi buat sarapan kita. setiap hari seperti tak pernah bosan masyarakat selalu membeli serabi apakah itu serabi rasa original ataupun yang dibubuhi telur, ada juga yang dibubuhi tempe ataupun oncom.

Tapi kini serabi sulit dicari, RS hanya menjumpai satu tukang serabi yang berjualan di sobang, sebut saja bi Tonah namanya. Bi Tonah berjualan serabi sejak tahun 1987, bi Tonah masih axis berjualan walaupun kini hanya dipagi hari saja antara jam 6 pagi sampai jam 7 saja. tempat berdagangnya di sebrang kantor pos Sobang. " Dulu memang serabi pernah menjamur dan sangat laku tetapi seiring zaman kini serabi kehilangan pamor, itu dikarenakan harga dasar serabi kini mahal, berasnya yang kwalitas bagus mahal belum lagi harga - harga bahan lainnya, sementara kalau harga dinaikan terus pelanggan pada lari, selain itu tukang serabi yang dulu udah pada tua tidak ada penerusnya." kata Bi Tonah.

Bi Tonah masih tetap bertahan ditengah gempuran jajanan modifikasi baru, seperti martabak francis, donat bakar dan lain - lain. dengan tetap menjaga rasa dan resep serabi tradisionalnya. berikut adalah resep serabi tradisional ala Sobang :
tepung beras, tepung terigu, kelapa parut, santan, garam, air. untuk campuran rasa bisa ditambahkan telur, tempe atau oncom, jangan lupa tetap dimasak denagan kwali tanah dan bahan bakar kayu bakar.karena kalau pembakarannya pakai kompor gas maka akan berbeda wangi dan rasanya.

Enggannya generasi sekarang untuk berdagang dan melestarikan jajanan serabi, bisa jadi salah satu sebab serabi sulit dicari dan tidak menutup kemungkinan serabi akan punah. Padahal daerah kita menjadi kawasan parawisata khusus dan sisi kuliner lokal adalah peluang bisnis yang sangat baik, Semoga saja kelak serabi Sobang akan menjadi menu sarapan turis mancanegara.

Selasa, 16 Februari 2016

Wisata Kuliner

Kali ini RS jalan - jalan santai sambil menikmati wisata kuliner wilayah sobang sampai tanjung lesung banyak variasi menu yang tak kalah mantap rasanya dengan kuliner dari daerah lain.




Malam dingin dan perut keroncongan, ga usah bingung cari makanan, dateng dan pesan aja ke NASGOR YEP BASKORO terletak di Prapatan Pasar Sobang, mau ceplok atau dadar terserah anda. buka setiap hari dari jam 7 malem ampe subuh....






Di Jln Raya Sobang - Ciseukeut ada tempat sate yang ga pernah sepi.
yup...sate PAK KUMIS, buka dari siang sampai malem, menu andalan sate sapi, sate ayam dan sop panas 
boleh dicoba....!! 






Nongkrong sambil nikmatin jus buah makannya mie ayam, cobain deh di mie ayam SONI di Jln Raya Sobang samping Indomart, murah pas buat yang pas pasan...






Buat penggemar makanan yang satu ini, jangan lewatkan BAKSO SETAN terletak di Jln Raya Sobang samping kiri Indomart, Bakso super besar dijamin kenyang dan ketagihan.







Kalau buat yang seneng pecel - pecelan silahkan mampir di warungnya PECEL MAS GONDRONG Jln Raya Sobang Cibintarok 400 m sebelum prapatan sobang.









Ini nih,..yang RECOMENDED banget,....Sarapan pagi Uduk Prapatan Sobang,...nasi uduk dengan pilihan berbagai lauk pauk, anda tinggal pilih dijamin semua enak, sudah ada sejak tahun 80-an.






Nyari cemilan manis dan murah..!? cobain DOKAR,..bukan dokar yang ditarik kuda tapi singkatan dari DOnat Bakar. Donat ukuran besar yang dipanggang diatas loyang lalu ditaburi toping aneka rasa,..tinggal anda pilih dari puluhan rasa yang tersedia. nongkrong disamping kiri Indomart Sobang.




Nah kalau yang ini sate Bebek salah satu menu andalan rumah makan lesehan SMS alias Saung Mang Sam'un yang beralamat di Jln Raya panimbang Tanjung Lesung. Selain Sate bebek menu lainnya juga tersedia yang termasuk andalan adalah Karedok,...pokoknya dijamin seuhah...!!!




Jika kita terus menyusuri Jln Raya Tanjung Lesung, didaerah ciheru sebelum pantai citra akan ada tempat makan lesehan, namanya PONDOK BENGONG, ga tahu yang bengong siapa...? tapi ayam bakarnya mantap punya.




Tak jauh dari pantai citra ada rumah makan yang lumayan presentatif, namanya RM. JEMPOL, berbagai menu tersedia disini, ada Goreng Ayam kampung, Sop Ikan dll, tapi yang ajib adalah ikan bakarnya. tes sendiri deh




Diprapatan pasar Citeureup sebelah kanan ada rumah makan yang selalu ramai dikunjungi RM CITEUREUP ini buka 24 jam Yang kesohor adalah Sate cumi bakar dan udang bakarnya loh, karena dekat pelelangan ikan dijamin bahan ikannya selalu segar.




Yang ini makannya harus rame-rame karena cukup buat 20 orang, ketika sampai di Resto Pantai Tanjung Lesung anda bisa pesan Kambing Guling, enaknya malem-malem sambil nikmati suasana pantai plus api unggun, TOP MARKOTOP DEH...!!



Masih banyak tempat makan dan makanan khas lainnya dari banten selatan, nanti kita kupas lagi di wisata kuliner berikutnya.....