BREAKING NEWS

BREAKING NEWS : RMB Sobang kembali adakan khitanan masal, yang mau ikut silahkan daftar ke panitia di mesjid Agung Baiturrahim Sobang....>>Musim hujan datang Sobang Siaga Banjir...>>perjudian marak didesa Sobang

Rabu, 19 April 2017

Jadwal Pertandingan Perserang di LIGA 2 2017

SERANG,- PT Liga Indonesia Baru (LIB) telah menerbitkan draf jadwal kompetisi Liga 2 2017. Draf jadwal diterbitkan pada Senin 10 April 2017, dan sudah dikirimkan kepada 61 klub peserta kompetisi.

Jadwal Pertandingan Perserang Liga 2 2017.
Melalui draf jadwal ini setiap klub diharapkan memberi masukan kepada PT LIB sebagai penyelenggara kompetisi. Nantinya masukan dari klub akan dibahas untuk menentukan perlu atau tidaknya draf jadwal dirombak atau tidak.
Kompetisi Liga 2 dibagi ke dalam 8 grup. Tersebar dari Aceh sampai Papua. Liga 2 memperebutkan tiga tiket promosi ke Liga 1 2018.
Sedangkan untuk yang terdegradasi terbilang banyak. Hal itu karena akan diadakan kompetisi Liga 3 untuk mereduksi jumlah peserta Liga 2 2018 menjadi 24 tim.
INI JADWAL LENGKAP PUTARAN PERTAMA

PERSERANG   vs  Cilegon United
Sabtu  22  April 2017   pukul  16:00    di Stadion Maulana Yusuf Kota Serang

PERSIKA    vs PERSERANG
Sabtu    29 April 2017    pukul 16:00    di Stadion Singaperbangsa Karawang

PERSIKAD    vs PERSERANG
Sabtu    06 Mei 2017    16:00    di Stadion Merpati Depok.

PERSERANG  vs  PERSIKABO
Sabtu     13 Mei 2017    pukul 16:00    di Stadion Maulana Yusuf Ciceri Kota Serang.

Lampung Sakti   vs  PERSERANG
Sabtu    20 Mei 2017    pukul 16:00    di Stadion Pkor Way Halim.

PERSERANG  vs   PS Bengkulu
Minggu 09 Juli 2017    16:00    di Stadion Maulana Yusuf Kota Serang

PERSITA   vs  PERSERANG
Minggu  16 Juli 2017    pukul 15:00   di stadion Maulana Yusuf Ciceri Kota Serang.

Sabtu, 11 Maret 2017

Panen Raya Kabupaten Pandeglang Petani Malah Merugi

PANDEGLANG – Musim  panen di Kabupaten Pandeglang saat ini ternyata hanya dinikmati kaum elite saja. Sementara para petani menjerit,lantaran biaya untuk produksi lebih tinggi dari keuntungan hasil panen.Dan juga karena kurang nya fasilitas dari pemerintah .

Ketua PC Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Pandeglang  Nurman menyampaikan, sebagai kaum pergerakan sangat kaget sekali dengan ramainya di media sosial terkait panen raya kabupaten pandeglang. Namun pada kenyataannya para petani merugi.
“Kami menduga ramainya di media sosial hanyalah permainan para oknum saja. Karenanya masyarakat kabupaten pandeglang mengeluh persoalan panen tahun ini. Lantaran padi yang di panen dibeli murah oleh pengusaha. Hal ini menurur para pengusaha diakibatkan karena padi yang diperoleh masyarakat tidak sesuai dengan kriteria padi unggul,” kata Nurman.
Sedangkan, lanjut Nurman, pembelian pupuk dan obat-obatan sangat lah mahal yang dibeli masyarakat. Seperti yang dirasakan oleh petani di Kecamatan Sobang, Pandeglang.
“Program pemerintah sebenarnya mengarah kemana?  Sedangkan masyarakat menerima program sama saja dengan harga dipasaran,”  tanya Nurman.

Sementara, Sekretaris PC IMM Pandeglang Ahmad Fauzi mengatakan program pemerintah kabupaten pandeglang terkait pengadaan alat-alat pertanian yang turun kepada kelompok tani tidaklah sesuai dengan kebutuhan petani padi di kabupaten pandeglang.
“Lantaran alat-alat pertanian tersebut adalah alat panen jagung. Sedangkan di kabupaten pandeglang ini mayoritas petani padi. Apa manfaatnya mesin panen jagung tersebut untuk para petani padi,” tegas Fauzi.

Kejari Diminta Buktikan Penyelewengan Dana Desa

PANDEGLANG,
Kejaksaan Negeri (Kejari) Pandeglang diminta untuk membuktikan penyelewengan dana desa (DD) di Kabupaten Pandeglang tahun anggaran 2016. Sebab, dengan adanya dugaan penyelewengan tersebut, telah merugikan negara dan masyarakat. Pemerhati kebijakan pembangunan Kabupaten Pandeglang, Eman Suyaman menyambut baik langkah Kejari yang akan mengusut 10 desa. Akan tetapi, pihaknya berharap agar Kejari membuktikan langkah tersebut. "Sehingga, ada yang mempertanggungjawabkannya sampai ke meja pengadilan. Seperti kita ketahui, aroma bau amis penyelewengan dana desa sudah tercium oleh masyarakat secara luas. Untuk membuktikan kepercayaan sebagai penegak hukum kepada masyarakat, kejari harus dengan tuntas mengusutnya," kata Eman, Senin (6/3/2017).

Menurut Eman, Kabupaten Pandeglang mendapatkan anggaran DD 2016 dari pusat sebanyak Rp 205,5 miliar untuk 326 desa. Dengan anggaran yang nilainya cukup besar tersebut, menurut dia, celah penyelewengan sangat terbuka lebar. "Apalagi, lemahnya sisi pengawasan dan administrasi. Hal tersebut dapat kita lihat dari sisi pengajuan, hinggga program pembangunan infrastruktur yang seragam (jalan lingkungan paving blok) dan pelaporan hasil pembangunan yang copy paste. Semuanya tanpa perencanaan yang matang dan konsultan untuk menentukan nilai atau prioritas pembangunan," tuturnya.

Selain itu, kata Eman, modus penyelewengan dana desa dinilai mudah melalui empat modus operandi. Dengan pengurangan upah pekerja, pembuatan desain rencana anggaran biaya, penggelembungan harga bahan bangunan dan manipulasi ongkos angkut, serta belanja barang yang tidak sesuai spesifikasi. "Biasanya modusnya ada empat faktor, yaitu menawarkan HOK yang jauh lebih rendah dari DRAB kepada masyarakat, dengan pembuatan Desain RAB Siluman. Yang artinya desain RAB beda dengan yang dipakai untuk dasar APBDes. Aparat desa melakukan persediaan material terlebih dulu. Setelah persediaan terkumpul, lalu berupaya menyusun RKPDes dengan kegiatan pembangunan infrastruktur sesuai dengan persediaan tersebut," ucapnya

Jumat, 10 Februari 2017

Sudah 3 Hari Kabel Listrik Terlepas Mengganggu Aktivitas Warga


SOBANG,- Warga desa Pangkalan Kecamatan Sobang diharuskan berhati hati jika melintas di Jalan Lebe Mansur blok Golat dikarenakan dititik 100 meter dari jalan raya.Sejak hari Rabu malam tanggal 8 februari 2017 terdapat kabel listrik sentral yang terlebas dalam kondisi lecet dan terjuntai kejalan, kondisi ini dikarenakan kabel tersebut tertimpa pohon albasia yang tumbang.Selain kabel sentral kabel yang tersambung ke kwh empat rumah wargapun ikut melintang dijalan dan ini sangat membahayakan pengguna jalan.

Kondisi ini diresahkan oleh warga setempat, salah satunya Taskam (60 thn), " kabel itu terlepas sudah 4 hari tapi dari pihak PLN belum ada perbaikan, kabel ke rumah sayapun itu jatuh dan saya kawatir keluarga saya kesetrum karena kabel selalu basah terkena air apalagi kemarin kabel sempat terendam banjir."

Sementara Yudi ketua Rt setempat mengatakan bahwa pihaknya sudah melaporkan kejadian ini ke PLN dan pihak kecamatan, tetapi sampai hari ini belum ada tindak lanjutnya, warga hanya bisa memotong pohon yang tumbang saja, agar tidak menghalangi penjalan kaki.
Sedangkan tim perbaikan PLN Kardani tidak dapat dimintai keterangannya, Hanphonenya tidak aktif ketika dihubungi. Semoga PLN segera merespon kondisi ini karena ini sangat membahayakan keselamatan warga masyarakat.

Jumat, 20 Januari 2017

Siswa SD di Labuan, Pagi Sekolah Siang Jadi Pemulung

Pandeglang – Hidup memang keras namun harus dipertahanan seperti yang dilakukan dua bocah sekolah dasar Rijal dan Wadil warga Kampung Kanyere, Desa Cigondang, Kecamatan Labuan. Untuk memenuhi kebutuhanya, dua bocah itu terpakasa harus menghapus waktu masa-masa bermainya, pasalnya pagi kedua bocah itu sekolah dan siang menjadi pemulung.
Kegiatan itu terpaksa dilakukan untuk memenuhi kebutuhan sehari-harinya, karena kedua orang tua bocah tersebut pekerjaanya hanya buruh serabutan. Uang yang didapat hasil penjualan barang bekas itu untuk membantu orang tuanya dan buat jajan sekolah. Bocah yang masih duduk di bangku kelas 4 sekolah dasar itu, mengaku sudah satu tahun lebih melakukan hal tersebut.

Wadil,  mengaku menjadi pemulung ia lakukan setelah pulang sekolah,  kalau pagi kami berangkat ke sekolah sampai jam 12 siang, kemudian jam 13,00 dia bersama Rijal,  berangkat menjadi pemulung dengan membawa karung kedua bocah itu keliling di sekitar Pasar Labuan untuk mencari barang bekas. Lalu di kumpulkan setelah terkumpul banyak baru dijual ke pengepul yang berada di wilayah Labuan.
"Saya lakukan ini untuk membantu ekonomi keluarga,  bapa kerja serabutan.  Harusnya memang bermain dengan anak-anak lainya tapi bagaimana lagi saya ingin membantu orang tua meski hasilnya tidak seberapa yang penting cukup buat jajan di sekolah," ungkapnya dengan nada polos.
Hal yang sama di ungkapkan oleh Rijal, menjadi pemulung karena alasan ekonomi, dia mengaku tidak mau menjadi beban kedua orang tuanya,  minimal uang jajan sekolahnya tidak harus minta.
"Cape sih tapi saya butuh, kalau ga begini dari mana uang jajan untuk sekolah. Dari pada pulang sekolah main ga karuhan mendingan begini, sambil main aja cari barang bekas lumayan pa dapat Rp 10, sampai 15 Ribu juga  bisa meringankan beban orang tua," ujarnya.

Belasan Kepala Desa Datangi Kantor PWI Pandeglang

Pandeglang - Sejumlah kepala desa dari delapan Kecamatan yang tergabung dalam Asosiasi Pemerintah Desa Seluruh Indonesia (APDESI), mendatangi Kantor Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pandeglang. Kedatangan para kepala desa tersebut selain untuk bersilaturahmi dengan para wartawan kepala Desa tersebut ngadu terkait maraknya pemerasan yang dilakukan oknum wartawan dari surat kabar yang sangat tidak jelas.
Lukman nulhakim kepala desa cikiruh wetan yang juga koordinator wilayah empat APDESi yang membawahi delapan kecamatan yakni kecamatan cibaliung, Kecamatan cibitung, Kecamatan cigeulis, Kecamatan cikeusik, Kecamatan cimanggu, Kecamatan sumur, Kecamatan panimbang dan kecamatan sobang menuturkan bahwa Tujuan kedatangannya adalah  selain untuk bersilaturahmi dengan para anggota PWI di kabupaten pandeglang juga mengadukan bahwa banyak yang mengaku oknum wartawan dan kerap memeras para kepala desa di wilayahnya dengan berbagai alasan dan menakut-nakuti mereka.
"Kedatangan kami adalah selain bersilaturahmi kita juga untuk mengadu karena banyak yang mengatasnamakan wartawan datang pada kami dan memeras kami" ujar mantan wartawan Banten Express tersebut.
Lukman menambahkan bahwa kedatangannya adalah untuk bagaimana caranya membedakan antara wartawan yang berkompeten dan wartawan ngorek, sehingga para kepala desa di wilayahnya dapat membedakannya.
Pembina Persatuan Wartawan Indonesia Pandeglang, Tb Turmahdi mengaku sangat senang dengan ke datang para kepala desa yang berasal dari delapan Kecamatan ia merasa sangat miris dengan adanya oknum wartawan karena sudah mencoreng nama baik wartawan. Pembina PWI menjelaskan bahwa Wartawan yang masuk dalam organisasi Persatuan Wartawan Indonesia saat ini adalah wartawan yang sudah mempunyai kompetensi dan sudah melalui standar kompetensi.

"Kami sangat senang bisa bersilaturahmi dengan para kepala desa di kantor kami, wartawan saat ini harus mengikuti standar kompetensi yang ditetapkan oleh Dewan Pers, dan wartawan yang kredibel harus mempunyai tiga kartu yang wajib di milik oleh wartawan," ujar wartawan senior tersebut.

Rabu, 21 Desember 2016

Hampir Setahun Cibaliung Byar Pet, PLN Di Demo

Labuan– Sedikitnya sekitar 30 massa yang tergabung dalam Keluarga Mahasiswa Cibaliung (Kumaung) berunjukrasa di PLN Rayon Labuan dan Gardu induk Caringin, Pandeglang, Selasa (20/12/2016). Aksi m
ereka terkait darurat listrik di Cibaliung yang hampir menginjak 11 bulan.

Kordinator aksi. A Haetami mengatakan, persoalan mengenai mati lampu di wilayah Cibaliung (zona 6) Kabupaten Pandeglang sudah terjadi dari semenjak 10 bulan yang lalu bahkan hampir 11 bulan dalam keadaan cuaca sedang baik ataupun buruk.
“Persoalan tersebut menimbulkan keresahan dan kekecewaan dari masyarakat terhadap PLN selaku penyelenggara dalam penyediaan aliran tenaga listrik. Keresahan itu timbul karena banyak kerugian yang diterima oleh masyarakat dari mulai aktivitas bekerja, urusan rumah tangga, kegiatan belajar – mengajar, penerangan dimalam hari dan mengakibatkan cepat rusaknya barang elektronik jika dalam tegangan listrik rendah, ” kata Haetami.

Haetami menjelaskan, kalau kita mengingat pembangkit listrik di Provinsi Banten, setidaknya terdapat 4 diantaranya PTLU Suralaya, PLTGU Cilegon, PLTU Lontar Tangerang dan PLTU Labuan yang posisinya berada di Kabupaten Pandeglang.
“Tapi nyatanya ke 4 pembangkit listrik tersebut tidak mampu memenuhi kebutuhan listrik masyarakat khususnya di wilayah Cibaliung (zona 6) Kabupaten Pandeglang,”tegasnya.
Bahkan, ungkapnya, berdasarkan temuan dilapangan, ternyata pasokan aliran listrik yang di suplay ke wilayah Cibaliung sangatlah minim.

“Terbukti dengan ditemukannya kuota yang minim seperti di Gardu listrik Cibaliung hanya sampai pada angka 200 Volt, di Gardu listrik Desa Waringin Kurung hanya sampai angka 180 Volt,” ungkapnya.
Harusnya , sambung dia, masing-masing Gardu kapasitasnya di angka 300 Volt. Ternyata hal itu diakibatkan oleh presentasi pembagian aliran listrik lebih besar ke industri-industri dari pada untuk masyarakat. Untuk industri sebanyak 60%, masyarakat 25% sedangkan sarana umum 15% meski untuk wilayah Cibaliung minim akan penerangan jalan, hal ini yang mengakibatkan seringnya terjadi mati lampu di wilayah Cibaliung.
“Kebijakan tersebut jelas bertentangan dengan UUD 1945 Pasal 33 ayat 2 bahwa penyediaan tenaga listrik dipergunakan sebanyak-banyak nya untuk kemakmuran rakyat dan bertentangan dengan UU No. 30 Tahun 2009 Pasal 2 ayat 1 mengenai tujuan dibangunnya pembangkit listrik adalah untuk kemakmuran atau kesejahteraan masyarakat,” tuturnya.

Oleh karena itu, ketika aliran listrik dimonopoli oleh industri-industri dan sarana atau fasilitas yang kurang baik, maka jelas pihak PLN telah melanggar perundang-undangan.
“Maka dari itu kami dari Kumaung menuntut,Selesaikan persoalan mati lampu di Wilayah Cibaliung (zona 6) Kabupaten Pandeglang Kurangi pasokan listrik untuk industri dan maksimalkan pasokan listrik untuk masyarakat, ” tukasnya.